Sebelumnya tercatat kalau di Amerika, Honda harus tertunduk pada seorang wanita bernama Heather Peters. Wanita ini menuntut Honda ke pengadilan karena efisiensi bahan bakar Honda Civic Hybrid yang dibelinya tidak seperti yang diiklankan.
Kejadian hampir mirip juga terjadi di Indonesia ketika seorang wanita bernama Ludmilla Arif menuntut Nissan karena Nissan March yang dia beli juga tidak sesuai dengan klaim di iklannya.
Kini, kejadian yang mirip terjadi pada Hyundai dan KIA. Kedua merek yang bersaudara ini dituduh tidak mencantumkan tingkat efisiensi yang sebenarnya pada mobil jualan mereka.
Lembaga penjaga lingkungan, Environmental Protection Agency pekan lalu mengungkapkan kalau mereka telah meneliti 900.000 mobil Hyundai dan KIA yang dijual dalam 3 tahun terakhir. Hasilnya, sepertiga dari mobil yang dijual itu ternyata tidak bisa mencapai klaim efisiensi bahan bakar yang diiklankan.
Al hasil, Hyundai dan KIA pun dibawa ke pengadilan. Namun, pabrikan Korea itu menegaskan kalau itu adalah kesalahan pengujian.
Jamie Court yang merupakan Presiden Consumer Watchdog mengatakan kalau Hyundai dan KIA sudah tahu kalau tidak ada konsumen yang akan sanggup mencapai efisiensi yang mereka iklankan itu. Tapi Hyundai dan KIA tetap berkeras mengiklankannya.
Sebagai contoh, sedan Hyundai Elantra dalam pengetesan hanya mampu mencapai 32-33 mpg (13,6-14 km/liter), tapi Hyundai mengiklankan mobil ini dengan klaim 40 mpg (17 km/liter) meski kemudian mereka revisi jadi 38 mpg (16,1 km/liter).
Bahkan bila pun masalah teknis dimana 'umur' mobil akan mengurangi kemampuannya menghemat bahan bakar, angka yang diklaim dianggap tetap terlalu jauh dari kenyataan. Itulah alasan kenapa kini keduanya digugat di pengadilan.
"Mereka mengiklankan 40 mpg bahkan ketika mereka tahu tak seorang pun akan mendapatkan 40 mpg," katanya seperti detikOto kutip dari USA Today.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS