Klaim Irit BBM, Hyundai dan KIA Digugat

Klaim Irit BBM, Hyundai dan KIA Digugat

- detikOto
Rabu, 07 Nov 2012 09:00 WIB
Klaim Irit BBM, Hyundai dan KIA Digugat
Hyundai Elantra
Detroit - Para produsen mobil harus jujur ketika mengeluarkan klaim kalau produknya irit bahan bakar. Kalau tidak, itu berarti menipu dan pengadilan adalah jawabannya. Hal itu sebelumnya sudah dirasakan oleh Honda dan Nissan, kini Hyundai dan KIA digugat karena klaim irit bahan bakar di iklan mereka.

Sebelumnya tercatat kalau di Amerika, Honda harus tertunduk pada seorang wanita bernama Heather Peters. Wanita ini menuntut Honda ke pengadilan karena efisiensi bahan bakar Honda Civic Hybrid yang dibelinya tidak seperti yang diiklankan.

Kejadian hampir mirip juga terjadi di Indonesia ketika seorang wanita bernama Ludmilla Arif menuntut Nissan karena Nissan March yang dia beli juga tidak sesuai dengan klaim di iklannya.

Kini, kejadian yang mirip terjadi pada Hyundai dan KIA. Kedua merek yang bersaudara ini dituduh tidak mencantumkan tingkat efisiensi yang sebenarnya pada mobil jualan mereka.

Lembaga penjaga lingkungan, Environmental Protection Agency pekan lalu mengungkapkan kalau mereka telah meneliti 900.000 mobil Hyundai dan KIA yang dijual dalam 3 tahun terakhir. Hasilnya, sepertiga dari mobil yang dijual itu ternyata tidak bisa mencapai klaim efisiensi bahan bakar yang diiklankan.

Al hasil, Hyundai dan KIA pun dibawa ke pengadilan. Namun, pabrikan Korea itu menegaskan kalau itu adalah kesalahan pengujian.

Jamie Court yang merupakan Presiden Consumer Watchdog mengatakan kalau Hyundai dan KIA sudah tahu kalau tidak ada konsumen yang akan sanggup mencapai efisiensi yang mereka iklankan itu. Tapi Hyundai dan KIA tetap berkeras mengiklankannya.

Sebagai contoh, sedan Hyundai Elantra dalam pengetesan hanya mampu mencapai 32-33 mpg (13,6-14 km/liter), tapi Hyundai mengiklankan mobil ini dengan klaim 40 mpg (17 km/liter) meski kemudian mereka revisi jadi 38 mpg (16,1 km/liter).

Bahkan bila pun masalah teknis dimana 'umur' mobil akan mengurangi kemampuannya menghemat bahan bakar, angka yang diklaim dianggap tetap terlalu jauh dari kenyataan. Itulah alasan kenapa kini keduanya digugat di pengadilan.

"Mereka mengiklankan 40 mpg bahkan ketika mereka tahu tak seorang pun akan mendapatkan 40 mpg," katanya seperti detikOto kutip dari USA Today.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads