"Negara kita luar biasa. Indonesia masih akan berkembang. Seperti pada tahun 2010-2011 penjualan truk naik hingga 30 persen. Selain itu Indonesia memiliki keunggulan, telah memiliki masyarakat yang pintar," ucap Direktur CST Indonesia, Nelson Lie, Di komplek Ruko Cempaka Mas Blok A, Jakarta.
CST sebenarnya sudah ada di Indonesia sejak 3 tahun yang lalu. "Kami tidak ingin seperti merek ban impor lainnya, yang hanya datang memperkenalkan, tapi tidak ada produk yang siap. Lalu pergi begitu saja," kata Nelson.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun CST tidak menargetkan market penjualan di Indonesia, selama satu tahun ke depan.
Kerja sama yang dibangun CST di tanah air disambut baik PT. Verdanco Pratama Indonesia.
"Ban kami berbeda dengan ban China lainnya. Karena kami memiliki kualitas yang terbaik. Kami percaya dengan menjual dua jenis ban CST (Bias dan Radial) kami akan mendapatkan keuntungan. Karena kualitas kami bisa dibuktikan," ujar Presdir PT. Verbanco Pratama Indonesia, Ardi Setiadharma.
Secara bertahap CST akan memiliki jaringan hingga 26 unit di 2013 yang tersebar di Indonesia.
"Saat ini kami memiliki 9 cabang, di akhir tahun akan bertambah hingga 16 jaringan. Tapi untuk pertengahan tahun depan jaringan kami akan mencapai 26 jaringan, dan ini jaringan pertama khusus truk dan bus. Selain itu produk ban kami ini bukan ban murahan, karena target kami kelas menengah keatas," ucap Marketing and Promotion Head CST Indonesia, Sapto Hadiprastowo.
Apakah CST akan membangun pabrik di Indonesia, CST belum bisa memastikannya. Mereka saat ini sudah memiliki 17 pabrik. 5 pabrik di Taiwan, 1 Thailand, 1 Vietnam dan 10 di Cina. Di 2013 CST akan menambah satu pabrik di India. Sehingga total ada 18 pabrik yang tersebar di dunia.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan