Krisis minyak dialami hampir semua negara. Brasil termasuk negara yang sukses mengatasinya, mereka kini tidak terlalu dipusingkan dengan kenaikan harga minyak. Bagaimana cara mereka mengatasinya?
Krisis minyak yang terjadi di akhir tahun 1970-an membuat anggaran banyak negara kering kerontang. Brasil mengatasinya dengan memproduksi bahan bakar yang lebih alami, tidak lain adalah flex fuel atau di Indonesia lebih dikenal sebagai bioetanol.
Saat ini di semua SPBU di Brasil, entah itu Petrobras atau lainnya, tidak menjual 100 persen bensin murni, pasti ada campuran etanolnya. Komposisinya bisa 80 persen bensin dan 20 persen etanol. Atau malah yang BBM yang murni komposisinya 100 persen etanol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semua pabrikan mobil yang ada di Brasil membuat mesin-mesin mobil mereka agar bisa meminum BBM etanol ini.
"Material di mesin lebih tahan korosi karena etanol bisa membuat korosi. Dulu mereka buatnya rahasia-rahasia, sekarang sudah terbuka, semua tahu," ujarnya.
Memang harga bahan bakar etano ini lebih mahal tetapi, emisinya lebih baik dan konsumsi BBMnya juga menurun.
"Jadi meski mahal di awalnya, tapi biaya operasional mobil jadi lebih murah dibanding mobil dengan bensin murni," ujarnya.
Darimana Brasil mendapatkan etanolnya? "Dari gula tebu, kami ada perusahaan multinasional yang menyediakannnya," ujarnya.
Bagaimana untuk kendaraan diesel? Nah di Brasil mobil-mobil hanya diperbolehkan menggunakan BBM diesel untuk mobil dan truk yang memiliki kapasitas angkut minimal 1 ton.
Harganya lebih murah karena memang dikhususkan untuk transportasi pengangkutan barang.
"Karena itu Montana tidak ada yang diesel karena dia kapasitasnya kurang dari 1 ton. Kalau Trailblazer dan Colorado dia masih bisa karena loadnya lebih dari 1 ton," ujarnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?