CEO Lamborghini Stephan Winkelmann seperti dilaporkan Car Advice di Paris telah menegaskan kalau teknologi hybrid bukan pilihan untuk disandingkan dengan mesin V10 atau mesin V12 yang mereka miliki.
Mesin V10 sendiri diaplikasi Lamborghini di Gallardo dan mesin V12 dipasangkan di Aventador.
"Karena ukuran mobil dan karena berat hybrid mustahil untuk kami di mobil kami dengan teknologi saat ini," kata Winkelmann.
"Pertama, itu tidak akan cocok, dan kedua, akan mengurangi rasio power-to-weight terlalu banyak," tambahnya lagi.
Sebaliknya, Lamborghini menurut Winkelmann lebih memilih untuk mencari cara mereduksi emisi yang dihasilkan mobil mereka dengan berbagai teknologi lain seperti teknologi stop-start dan deaktivasi silinder yang keduanya dikembangkan in-house oleh Lamborghini khusus untuk Aventador.
Lamborghini juga dikatakan sedang berada di jalur untuk mengurangi emisi CO2 sebesar 35 persen pada tahun 2015. Saat ini, dengan dua fitur baru tadi, Lamborghini baru menurunkan emisi CO2 sebesar tujuh persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, bila Lamborghini Aventador diadu dengan Ferrari F12 yang merupakan mobil Ferrari tercepat saat ini, Direktur penelitian dan pengembangan Lamborghini, Maurizio Reggiani mengklaim kalau Aventador akan tampil lebih cepat.
Di atas kertas sendiri Aventador memang lebih dominan dari F12. Kecepatan tertinggi Aventador 350 km/jam berbanding 340 km/jam. Akselerasi dari 0-100 km/jam Aventador pun tampak lebih cepat karena bisa mencetak angka 2,9 detik berbanding 3,1 detik F12.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil