Produsen mobil Jepang, Nissan, seperti diberitakan India Times menjelaskan kalau kerja sama antara mereka dengan Bajaj tidak lagi dilanjutkan.
"Kami tidak melanjutkan lagi kerja sama kami dengan Bajaj," ungkap Nissan dalam pernyataan resminya.
Namun ketika ditanya alasan yang melatari putusnya hubungan kerja sama itu, Nissan enggan membeberkannya.
Dalam kerja sama awal antara Renault-Nissan dan Bajaj di tahun 2009, Bajaj akan membantu pengembangan desain dan manufaktur mobil ultra murah itu untuk kemudian dijual dibawah merek Nissan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi setelah itu, awal tahun ini Bajaj Auto malah mengembangkan mobil kecil RE60 yang akan dijual di India dan pasar dunia untuk menggantikan kendaraan roda tiga mereka.
Managing Director Bajaj Auto, Rajiv Bajaj dilansir Economic Times, mengatakan akan terus melanjutkan proyek kendaraan murah mereka ada atau tidak ada Renault-Nissan disamping mereka.
Bajaj RE60 merupakan kendaraan urban yang dimotori oleh mesin 200 cc yang mampu membawanya lari hingga kecepatan 70 km/jam.
Awal mula hubungan Renault-Nissan dengan Bajaj terjadi di Januari 2008 ketika Bajaj memperlihatkan kendaraan konsep mereka yang dikatakan bisa dijual di bawah angka US$ 3.000 (Rp 28,7 jutaan). Renault-Nissan mengatakan kalau mobil ini bisa dilepas dikisaran angka US$ 2.500 (Rp 23,9 jutaan).
Awalnya, ULC dijadwalkan akan keluar di 2011 lalu tapi karena sejumlah alasan, rencana itu tidak terwujud.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Prabowo Sebut Semua Mobil-motor Bakal Pakai Listrik, Orang Kaya Isi Bensin
Pujian Media Asing Buat Veda Ega Pratama usai Cetak Sejarah di Moto3