Konsumsi bahan bakar
|
Honda CR-Z
|
Toyota baru saja memperkenalkan adik dari Toyota Prius yang mereka beri nama Toyota Prius c. Mobil ini merupakan mobil teririt Toyota yang memiliki bentuk layaknya sebuah hatchback.
Prius c atau yang disebut Aqua di Jepang ini cukup sukses di pasaran Jepang. Tak lain karena konsumsi BBM mobil ini yang paling irit di pasaran Jepang dan dunia untuk ukuran mobil yang diproduksi massal yakni 35,4 km per liter.
Sementara Honda CR-Z yang dihadirkan Honda merupakan facelift dari CR-Z yang telah sejak 2010 diproduksi. Penampilan dari New Honda CR-Z ini adalah yang pertama kalinya di dunia. Bahkan Jepang sendiri diakui baru akhir bulan ini meluncurkan mobil tersebut.
Untuk Honda CR-Z, mobil anyar ini mengkonsumsi bahan bakar 14.1 km per liter.
Perbandingan harga
|
Toyota Prius
|
Di Indonesia, Honda melepasnya dengan transmisi manual ditawarkan dengan harga Rp 475juta dan New CR-Z transmisi CVT dengan harga Rp 489 juta. Pengiriman New CR-Z untuk konsumen Indonesia akan dilakukan mulai dari bulan Februari 2013.
Perbandingan Mesin
|
Honda CR-Z
|
Bila dibandingkan mesinnya, Prius c menggunakan mesin yang lebih kecil dari Prius.
Dan sedangkan Honda CR-Z mengusung mesin i-VTEC 1,5 liter dipadu dengan teknologi baterai Integrated Motor Assist (IMA). Performa mesin Honda CR-Z mampu menghasilkan daya maksimal 120PS pada putaran mesin 6600 untuk tipe transmisi manual 6 percepatan, dan 118 PS pada putaran mesin 6.600 untuk tipe transmisi CVT.
Sementara peranti IMA dilengkapi oleh baterai bertenaga 100 volt yang mampu menghasilkan 20 PS. Saat mobil berakselerasi keduanya bekerja bersamaan namun pada saat melakukan manuver pengereman, daya yang dihasilkan oleh mobil disimpan pada peranti IMA berupa energi kinetik sehingga membuat konsumsi bahan bakarnya menjadi lebih irit.
Komentar Petinggi Pabrikan
|
Honda CR-Z
|
Lalu bagaimana pendapat para petinggi kedua pabrikan Jepang ini, mengenai produk mereka masing-masing.
"Banyak pemain kan akan punya sisi positif. Konsumen jadi banyak pilihan. Pasar juga akan makin berkembang," timpal Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor Joko Trisanyoto.
"Bukan lawan, tapi kawan yang sama-sama ingin membangun pasar mobil hybrid di Indonesia," ujar Marketing & Aftersales Service Director PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy.
Halaman 2 dari 5












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia