Karyawan Mogok Kerja, Pasokan Mobil KIA dari Korea Tersendat

Karyawan Mogok Kerja, Pasokan Mobil KIA dari Korea Tersendat

- detikOto
Kamis, 06 Sep 2012 11:12 WIB
Karyawan Mogok Kerja, Pasokan Mobil KIA dari Korea Tersendat
Jakarta - Demo pekerja mobil di Korea berdampak cukup banyak pada pasokan mobil KIA ke Indonesia. Namun meski begitu KIA menyatakan masih yakin bisa menjual 12.000 unit lebih di Indonesia tahun ini.

"Revisi target tidak ada, kita memang ada sedikit masalah suplai, tapi kita yakin belum mau revisi target. Target kita 12.000 lebih," kata Marketing Direktur PT KIA Mobil Indonesia, Hartanto Sukmono di sela-sela peluncuran SUV Sportage Platinum di Mall Taman Anggrek, ground floor A1 jalan Letjen. S. Parman Kav 21, Jakarta Barat, Rabu (5/9/2012).

Memang di bulan Agustus lalu, seperti dilansir Korean Times, pekerja KIA dan Hyundai mengadakan beberapa kali mogok kerja untuk meminta pengurangan jam kerja dan peningkatan upah. Setelah beberapa kali demo, manajemen Hyundai-KIA serta pekerja akhirnya mendapatkan kata sepakat minggu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pejabat Hyundai memperkirakan mogok kerja itu menyebabkan 79.362 unit mobil tidak bisa diproduksi.

"Suplai tersendat karena ada masalah Korea. Bukan industri otomotif saja yang terganggu itu seluruh industri di Korean dan bukan otomotif saja. Tapi kita pelan-pelan yakin target tercapai," ucapnya.

Sementara ketika disinggung soal kenaikan down payment (DP) yang berlaku sejak Juni 2012 silam, Hartanto mengatakan dampak kenaikan DP tidak terlalu terpengaruh pada konsumen KIA di Indonesia.

"Pengaruh DP? Kalau dibilang ada ya ada. tapi tidak ada penghalang yang berarti," yakinnya.

Seperti diketahui, kenaikan DP kendaraan bermotor relatif tinggi. Untuk roda empat down payment (DP) minimal sebesar 30 persen. Sedangkan motor sebesar 25 persen.

Mengenai penjualan KIA di pasaran global, Hartanto menuturkan KIA berniat untuk menaikkan target penjualan global tahun ini menjadi 2,7 juta unit kendaraan dari sebelumnya sekitar 2,3 juta unit.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads