Pabrik Rusuh, Suzuki Tetap Bertahan di India

Pabrik Rusuh, Suzuki Tetap Bertahan di India

- detikOto
Senin, 27 Agu 2012 19:15 WIB
Pabrik Rusuh, Suzuki Tetap Bertahan di India
Jakarta - Meski sebuah pabriknya mengalami kerusuhan besar di India yang menewaskan seorang manajer dan melukai lebih dari 100 orang, produsen Suzuki menegaskan tidak akan keluar dari India. Suzuki tetap akan berada di India bagaimana pun keadaannya.

Kerusuhan di pabrik Suzuki di Manesar tercatat sebagai kerusuhan industri terbesar dan terburuk dalam sejarah India. Tapi boss besar Suzuki Motor Corp, Osamu Suzuki menegaskan komitmen pabrikan Jepang itu di India.

Namun untuk masalah kerusuhan tadi, Suzuki dengan tegas memecat 500 orang pekerja dari 1.528 orang pekerja yang ada di pabrik tersebut karena diduga terlibat dalam kerusuhan. Perusahaan itu juga mengatakan kalau mereka tidak akan lagi menggunakan pekerja outsourching.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi anti huru-hara pun ditempatkan di pabrik yang sudah mulai beroperasi lagi pada 21 Agustus silam. Seorang eksekutif Suzuki seperti detikOto kutip dari Wall Street Journal mengatakan polisi itu akan tetap ada di pabrik untuk berjaga-jaga paling tidak untuk 4 bulan kedepan.

Sejauh ini, sekitar 68 persen dari seluruh pekerja dan 94 persen supervisor telah kembali aktif dan persentasenya diharapkan akan terus meningkat. Sebab Maruti Suzuki India Ltd yang menjalankan operasi Suzuki di India adalah penyumbang terbesar laba Suzuki di dunia.

Paling tidak 30 persen dari laba Suzuki disumbangkan oleh India. Itu berarti 46 persen dari laba Suzuki di luar Jepang.

"Suzuki Jepang tidak memiliki rencana untuk menarik operasinya dari India," kata Osamu seraya memerintahkan pejabat-pejabatnya yang ada disana untuk lebih peka agar bisa mencegah terulangnya tragedi seperti ini.

"Warga Jepang memandang India sebagai negara demokrasi, dan sebuah negara hukum," tambahnya.

Osamu juga membantah kalau awal mula kerusuhan terjadi karena adanya pertengkaran antara pekerja dan pengawas yang dipicu oleh masalah kasta. Dia juga menegaskan kalau sebagai karyawan, pekerja dan pengawas atau supervisor adalah orang dari kasta yang sama.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads