Kerusuhan di pabrik Suzuki di Manesar tercatat sebagai kerusuhan industri terbesar dan terburuk dalam sejarah India. Tapi boss besar Suzuki Motor Corp, Osamu Suzuki menegaskan komitmen pabrikan Jepang itu di India.
Namun untuk masalah kerusuhan tadi, Suzuki dengan tegas memecat 500 orang pekerja dari 1.528 orang pekerja yang ada di pabrik tersebut karena diduga terlibat dalam kerusuhan. Perusahaan itu juga mengatakan kalau mereka tidak akan lagi menggunakan pekerja outsourching.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini, sekitar 68 persen dari seluruh pekerja dan 94 persen supervisor telah kembali aktif dan persentasenya diharapkan akan terus meningkat. Sebab Maruti Suzuki India Ltd yang menjalankan operasi Suzuki di India adalah penyumbang terbesar laba Suzuki di dunia.
Paling tidak 30 persen dari laba Suzuki disumbangkan oleh India. Itu berarti 46 persen dari laba Suzuki di luar Jepang.
"Suzuki Jepang tidak memiliki rencana untuk menarik operasinya dari India," kata Osamu seraya memerintahkan pejabat-pejabatnya yang ada disana untuk lebih peka agar bisa mencegah terulangnya tragedi seperti ini.
"Warga Jepang memandang India sebagai negara demokrasi, dan sebuah negara hukum," tambahnya.
Osamu juga membantah kalau awal mula kerusuhan terjadi karena adanya pertengkaran antara pekerja dan pengawas yang dipicu oleh masalah kasta. Dia juga menegaskan kalau sebagai karyawan, pekerja dan pengawas atau supervisor adalah orang dari kasta yang sama.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Viral 70 Ribu Motor Listrik buat Operasional MBG, Harganya Bikin Kaget!
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi