Sebab, kelas menengah Indonesia yang cukup besar bisa dianggap sebagai pasar paling potensial untuk mendukung hal itu.
"Menurut saya small car akan besar di masa depan. Karena pemilik motor di Indonesia kan banyak. Mereka pakai motor karena terpaksa dan rela hujan-hujanan," kata Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan di Jakarta.
"Nanti ada saatnya mereka naik kelas dan ingin yang tertutup agar tidak kehujanan. Di situlah small car ini akan membesar," ujarnya.
Meski begitu, mobil keluarga seperti MPV juga akan tetap diminati karena mampu menampung banyak penumpang. "Mobil keluarga pasti tetap dibutuhkan, di lain pihak, mobil yang kompak yang harganya terjangkau itu yang akan ikut besar juga," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Reuters, Toyota mempersiapkan 8 model salah satunya Etios untuk negara berkembang terutama di Asia dan Amerika Selatan sampai 2015.
"Di pasar berkembang, ada sekitar 4-5 produsen otomotif yang ingin menjungkalkan kepemimpinan Toyota, terutama di Asia Tenggara, Volkswagen dan lainnya menantang kami, jadi kami tidak bisa beristirahat," ujar Executive Vice President Toyota Yukitoshi Funo
Sebagai tahap pertama dari 8 model tersebut, Toyota sudah meluncurkan mobil paling murah yang pernah dijual Toyota yakni Etios di India pada Desember 2010 lalu. Penjualan mobil ini sudah mencapai 100.000 unit di India saja.
Harga 8 model mobil itu berkisar paling murah Rp 100 jutaan, jadi cukup terjangkau untuk konsumen di negara berkembang. Mobil-mobil ini diusahakan untuk diproduksi di masing-masing negara untuk mengurangi beban biaya.
Toyota pun memasang target penjualan 1 juta unit di 100 negara berkembang.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil