Ertiga Datang, Permintaan Avanza Tetap Membludak

- detikOto
Minggu, 29 Jul 2012 15:15 WIB
Jakarta - Meski dibayangi kehadiran Ertiga, mobil sejuta umat milik Toyota, Avanza diklaim masih sangat diminati. Auto2000 yang mendominasi penjualan Toyota di Indonesia pun percaya kalau konsumen Toyota tidak mudah 'pindah ke lain hati'.

Bahkan menurut pengakuan Chief Marketing Auto2000 Rahmat Samulo permintaan Toyota Avanza masih sangatlah besar sehingga meski banyak lawan berdatangan, permintaan Toyota Avanza belum menurun.

"Auto2000 mengambil 80 persen dari penjualan Toyota. Toyota kan market share-nya sekitar 35 persen dari total pasar. Avanza masih dominan," kata Rahmat.

Rahmat lalu mengatakan kalau tiap bulan Auto2000 menerima pesanan sekitar 20.000 Avanza. Padahal jatah yang mereka dapat hanya sekitar 15.000 Avanza saja.

"Yang bisa disuplai Toyota kan total baru 17 ribu per bulan. Karena memang produksinya baru bisa segitu. Itu untuk semua, bukan hanya Auto2000. Kalau kita bisa SPK (Surat pemesanan kendaraan) 20.000, total yang dipesan ke Toyota dari seluruh jaringan ya pasti lebih dari itu karena kita kan hanya 80 persen saja," papar Rahmat.

"Inden Avanza di kita sekitar rata-rata 1 bulan. Tergantung tipe. Loyalitas konsumen saya lihat masih bagus, jadi tidak banyak yang pindah ke merek lain walau harus menunggu 1 bulan," tambahnya.

Lebih lanjut Rahmat lalu menjelaskan kalau pertumbuhan persentase permintaan kendaraan baru sangat terlihat di pulau Sumatera dan Kalimantan.

"Terutama untuk Fortuner, Kijang, Avanza. Kalau sedan masih di kota besar di Jawa walah sebenarnya perumbuhan di Kalimantan lumayan juga," imbuh Rahmat.

"Untuk Avanza permintaan transmisi manual masih dominan, tapi perkembangan permintaan transmisi matik juga berkembang," jelasnya lagi.

Dan ketika disinggung mengenai dampak kenaikan ambang batas uang muka kredit kendaraan yang sudah mulai diterapkan, Auto2000 menurut Rahmat belum terlalu merasakannya.

"Dampak pasti ada. Tapi belum terlalu terasa. Mungkin kita harus tunggu beberapa bulan lagi untuk melihat dampak sebenarnya," pungkas Rahmat.


(syu/ddn)