Ongkos 'SPBU' Listrik Cuma Rp 10 Juta

Ongkos 'SPBU' Listrik Cuma Rp 10 Juta

- detikOto
Senin, 23 Jul 2012 14:46 WIB
Ongkos SPBU Listrik Cuma Rp 10 Juta
Jakarta - PT PLN (Persero) siap meluncurkan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) untuk pengisi daya mobil dan motor listrik.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji, mengatakan ditargetkan pada Agustus 2012 SPLU di beberapa titik siap diluncurkan.

"Agustus ini akan beroperasi," kata Nur Pamudji melalui pesan singkatnya kepada detikFinance, Senin (23/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Nur Pamudji, total investasi perlengkapan SPLU tersebut tidak sebesar pembangunan SPBU.

"Investasi perlengkapan charge kurang dari Rp 10 juta, tarif non subsidi," jelasnya.

Sebelumnya Manajer Humas Komunikasi PLN Bambang Dwiyanto mengatakan PLN telah menyiapkan 10 titik SPLU. Dijelaskan Bambang, pada tahap awal akan dibangun 10 SPLU yang tersebar di beberapa tempat di Jakarta.

Berikut lokasi-lokasi SPLU yang siap dibangun PLN :


  • 2 SPLU di Kantor Kementerian BUMN
  • 1 SPLU di Kantor Kementerian ESDM
  • 1 SPLU di Kantor Dirjen Ketenagalistrikan
  • 1 SPLU di PLN Bulungan Jakarta Selatan
  • 1 SPLU di PLN Mampang Jakarta Selatan
  • 1 SPLU di PLN Ciputat Tangerang
  • 1 SPLU di PLN Gambir Jakarta Pusat
  • 1 SPLU di PLN Tanjung Priok
  • 1 SPLU di PLN Lenteng Agung Jakarta Selatan
Insentif Mobil Listrik

Sementara itu untuk mempercepat produksi massal mulai 2014, berbagai macam insentif pajak disiapkan untuk investor, mulai dari pembebasan pajak barang mewah hingga bea masuk.

"Bebas PPN BM (pajak pertambahan nilai barang mewah), kemudian pembebasan bea masuk. termauk juga komponen-komponen utama sampai kita mengembangkan baterai nasional kita sendiri. Karena otaknya kan di baterai," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (23/7/2012).

Saat ini pengembangan mobil listrik nasional tengah digodok oleh tim yang ditunjuk oleh Presiden SBY. Tim ini terdiri dari Kementerian Ristek, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, dan 6 perguruan tinggi.

Dikatakan Hatta, tim tersebut sedang bertanggung jawab penuh agar mobil listrik nasional bisa diproduksi massal.

"Jadi ada yang disampaikan oleh tim tahapan-tahapan produksinya. Kita ingin lebih cepat lagi. Kalau bisa 2014 itu kita sudah produksi. Kita harapkan begitu," ujar Hatta.

Menurut Hatta, nantinya menteri-menteri siap menggunakan mobil listrik begitu proyek listrik ini dinyatakan layak untuk diproduksi massal.


(dnl/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads