Kerusuhan itu dimulai pada Rabu lalu yang pada akhirnya membuat beberapa bagian pabrik perakitan mobil Suzuki di India itu hangus. 1.200 polisi dipanggil untuk mencegah terulangnya kekerasan.
Seorang juru bicara Maruti Suzuki India Ltd mengatakan kalau kekerasan dimulai dari hari Rabu setelah setelah serikat pekerja menuntut penempatan kembali pekerja yang telah berhentikan karena memukuli pengawas hingga masuk rumah sakit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah pernyataan, perusahaan bersikeras insiden itu bukan karena masalah hubungan industrial dalam sifat manajemen-pekerja, masalah upah atau kondisi kerja. Pabrik Suzuki itu sendiri mempekerjakan 3.200 pekerja yang sebagian merupakan pekerja permanen dan sebagian dalam masa kontrak.
Polisi mengatakan mereka sudah mengantungi identitas pekerja yang berpartisipasi dalam pembunuhan dan kekerasan. Maruti mengatakan pejabat mereka yang tewas adalah Awanish Kumar Dev, manajer umum yang bertanggung jawab sumber daya manusia di pabrik Manesar. Ada 88 orang yang sudah ditangkap dan polisi sudah menguasai pabrik.
Maruti Suzuki yang merupakan produsen mobil terbesar di India tahun lalu juga pernah mengalami kerusuhan. Pabrik Maruti itu memproduksi hatchback Swift dan sedan Swift Dzire serta SX4 dan mobil kecil A-Star dimana ada sekitar 1.700 mobil yang diproduksi per hari.
Sebagian karena kerusuhan tenaga kerja, pada tahun fiskal sampai Maret, laba bersih Maruti turun 29% menjadi 16,35 miliar rupee. Penjualan kendaraan yang turun hampir 11% menjadi 1,13 juta unit.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar