Habibie: Mobil Listrik Bagus, Tapi Jangan sampai Mogok

Habibie: Mobil Listrik Bagus, Tapi Jangan sampai Mogok

Ramdhania El Hida, Whery Enggo Prayogi - detikOto
Rabu, 18 Jul 2012 11:28 WIB
Habibie: Mobil Listrik Bagus, Tapi Jangan sampai Mogok
Jakarta - Aksi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dalam mengendarai mobil listrik Made in Depok kreasi Dasep Ahmadi mendapat perhatian mantan Presiden RI sekaligus mantan Menteri Riset dan Teknologi, BJ Habibie.

Menurut Habibie, mobil listrik memang baik dalam rangka penghematan bahan bakar asal fosil yang tidak bisa terbaharukan. Namun patut diperhatikan kesempurnaan produk. Apalagi saat uji coba hari pertama, mobil listrik 'Ahmadi' kehilangan daya hingga tak mampu meneruskan hingga garis finis.

"Tadi saya baca di surat kabar, di tengah jalan pak Dahlan mogok atau apa. Tidak boleh dong. Harus dites dulu. Kalau kita mau jadikan pekerjaan yang berseri, nggak boleh mogok," kata Habibie di Pacific Place, Jakarta, Rabu (17/7/2012) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tujuannya saya rasa bagus sekali. Tapi harus uji coba dan tes terus-menerus," tambahnya.

Sementara itu, Menperin MS Hidayat memperkirakan paling cepat 2014 mobil listrik ini dapat dimiliki masyarakat banyak.

"Sekarang baru prototipe, dari itu sampai tahap komersil, industri, membangun 5.000-10.000 unit itu masih membutuhkan proses yang panjang, mudah-mudahan sih satu dua tahun bisa. Tapi kalau melihat apa yang dialami negara lain mungkin 2014 itu paling cepat ya," ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (18/7/2012).

Menurut Hidayat, masih dibutuhkan persiapan terutama infrastruktur untuk kebutuhan energi mobil ini, seperti charger di setiap SPBU.

"Saya kira kementerian-kementerian yang terkait itu sekarang sedang menyiapkan antara lain infrastrukturnya untuk elektriknya, chargernya dan sebagainya, jadi kalau sudah sampai prototipe saya kira sudah kemajuan," paparnya.

Hidayat menyatakan pihaknya mendapatkan tugas untuk menyiapkan insentif guna menekan biaya produksi mobil ini secara massal.

"Saya sendiri dengan badan-badan litbang saya memberikan share untuk ikut sdalam tahap penelitian khususnya penggunaan komponen-komponen yang diproduksi dalam negeri, menyiapkan perangkat insentif fiskal dan pasti akan kita berikan fasilitas pajak," tandasnya.

(dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads