Saat ini FMI hanya mengandalkan Focus 1.600 bensin dan 2.000 cc bensin Duratec Ti-VCT. Sedangkan kapasitas mesin juga turun dari 1.800 cc ke 1.600 cc.
"Kalau di Asean tidak diperlukan mesin diesel. Dan di Indonesia mesin diesel kurang diminati. Dari 10-15 unit Focus terjual perbulan tidak sama sekali Focus diesel," kata Managing Director PT Form Motor Indonesia Bagus Susanto di sela-sela test drive All New Focus di Krabi, Thailand pada Minggu-Rabu (8-11/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Bagus mendukung penghentian penjualan Focus diesel di Asean karena harga mobil tersebut cukup mahal. Dan persoalan lainnya adalah kemampuan bahan bakar diesel. Di Indonesia Focus sangat tidak ramah dengan BBM solar yang tersedia.
Pasalnya, Focus harus menenggak BBM Perdatex, dan itu sangat jarang tersedia di setiap daerah di Indonesia kecuali kota besar.
"Focus itu harus Pertadex. Kalau sekali-kali dan darurat tidak ada masalah," tutupnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas