Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Insurance Institute for Highway Safety dan dilansir Detroit News mengungkapkan beberapa teknologi baru seperti forward-collision systems dan adaptive headlights terbukti mampu menurunkan angka kecelakaan mobil.
"Produsen mobil menawarkan teknologi yang lebih maju di kendaraan mereka, data asuransi memberikan sekilas pandang tentang bagaimana fitur ini tampil di dunia nyata," kata vice president bidang ganti rugi Matt Moore.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, review dari General Motors mengatakan kalau fitur lane-departure systems yang memberikan jalur perjalanan terbaik malah meningkatkan potensi kecelakaan meski dalam jumlah yang sangat kecil dan tidak signifikan.
IIHS berpandangan kalau fitur-fitur keamanan canggih saat ini memang kebanyakan masih diaplikasi oleh mobil-mobil mewah. Tapi mereka percaya kalau dalam 30 tahun kedepan tiap fitur keamanan yang ada saat ini akan menjadi fitur lumrah dan akan teraplikasi di 95 persen kendaraan yang ada di jalan.
Sementara itu, Badan Keselamatan Jalan dan Lalu Lintas Amerika atau The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mengatakan kalau teknologi pengereman otomatis yang berbasis sensor di depan mobil sangat membantu pengendara terhindar dari kecelakaan. Pada sistem itu, mobil akan secara otomatis mengerem bila terlalu dekat dengan mobil yang ada di depannya.
Fitur keamanan lain seperti airbag depan dan samping, sabuk pengaman, electronic stability control, dan tire-pressure monitoring systems juga terbukti mampu membantu pengendara. Mereka juga sedang berpikir untuk mendesak pemerintah agar kamera belakang dapat menjadi fitur standar di mobil.
Namun, tidak semua fitur-fitur kemanan langsung terasa efek positifnya. Fitur-fitur seperti blind-spot detection, park assist dan Antilock brake system (ABS) dianggap tidak terlalu diperlukan. Tapi, ABS akan sangat berguna bila disandingkan dengan electronic stability control yang membantu mobil terhindar dari kondisi terguling ketika terjadi kecelakaan.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS