Telat Nge-Recall Volvo Didenda Rp 14 Miliar

Telat Nge-Recall Volvo Didenda Rp 14 Miliar

- detikOto
Kamis, 05 Jul 2012 09:34 WIB
Telat Nge-Recall Volvo Didenda Rp 14 Miliar
ilustrasi (detikFoto)
Washington - Hanya karena telat mengumumkan penarikan kembali (recall) mobil mereka ke masyarakat Amerika, pemerintah federal Amerika Serikat mendenda produsen mobil Volvo hingga US$ 1,5 juta atau sekitar Rp 14 miliar.

Badan Keselamatan Jalan dan Lalu Lintas Amerika atau The National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mengatakan kalau Volvo telah setuju membayar denda tersebut karena telat menyiarkan rencana recall ke konsumen.

Administrator NHTSA David Strickland dalam keterangan resminya seperti dilansir New York Times, Kamis (5/7/2012) mengatakan bahwa langkah ini harus menjadi pengingat bagi tiap produsen mobil agar tetap mematuhi hukum dan mengatakan tiap hal yang berhubungan dengan keselamatan pengguna tanpa penundaan.

Dalam kasus Volvo, produsen asal Swedia itu tercatat telah terlambat melakukan pengumuman pada 7 recall yang mereka lakukan antara tahun 2010-2012 yang melibatkan 32.000 mobil.

Penarikan kembali yang dilakukan Volvo itu antara lain berkaitan dengan label ban, airbag hingga masalah mesin. Untuk masalah airbag yang dikhawatirkan tidak mengembang sebagaimana mestinya, volvo menarik 16.000 mobil.

Di bawah peraturan federal Amerika Serikat, setelah produsen menemukan masalah keamanan, mereka memiliki waktu lima hari kerja untuk memberitahu NHTSA terkait rencana untuk melakukan penarikan kembali atau denda akan menanti. Dan NHTSA berpendapat bahwa Volvo tidak melaporkan tujuh penarikan itu secara tepat waktu.

Denda yang diberikan pada produsen mobil karena kelalaian seperti ini bukanlah pertama kali dilakukan. NHTSA pada Februari lalu juga mendenda BMW hingga US$ 3 juta atau sekitar Rp 28 juta karena telat memberitahu rencana recall terhadap hampir 340.000 kendaraan pada 2010.

Sebelumnya lagi, pada bulan Mei 2010, Toyota juga didenda US$ 16.400.000 atau sekitar Rp 15,3 miliar untuk menyelesaikan masalah karena tidak segera bertindak untuk memperbaiki pedal akselerator pada 2,3 juta kendaraan mereka.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads