Takakazu Tsuji dari Intelligent Transport System Jepang menjelaskan kalau ada banyak hal positif yang bisa dilakukan dengan mengenakan tarif tambahan (Urban Road Pricing) bagi para pengguna jalan.
"Pertama-tama Urban Road Pricing ini bisa jadi salah satu cara utuk meningkatkan aksesibilitas," ujarnya dalam seminar di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (28/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu berbagai hal pun harus dipersiapkan seperti kebijakan, master plan, kerangka bisnis, hingga pemilihan zona dan metode pembayaran.
Tsuji pun beranggapan kalau sistem ERP yang diberlakukan di Singapura merupakan sistem yang juga cocok untuk diterapkan di Indonesia.
"Indonesia bisa ikuti Singapura. Saya yakin sistem ERP Singapura bisa diterapkan di Indonesia,' tambahnya.
Sebagai permulaan, penarikan biaya jalan dengan sistem ERP bisa diterapkan di jalur yang sekarang menggunakan sistem 3 in 1 sambil terus memperbaiki transportasi publik yang ada. Setelah itu, jalur ERP harus diperluas.
Ada berbagai teknologi yang bisa digunakan untuk menjalankan kebijakan ini mulai dari Microwave atau komunikasi jarak pendek (dedicated short range communication-DSRC), GPS (global positioning system) atau sistem pengenalan pelat nomor otomatis (Automatic Number Plate Recognition-ANPR) dengan beberapa sisi plus-minusnya meski dirinya merekomendasikan sistem DSRC.
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Wanti-wanti Prabowo Buat Pengguna Motor Bensin: Rasain Sendiri
Prabowo Klaim Upah Ojol Naik 3 Kali Lipat, Begini Reaksi Asosiasi
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi