'Pembatasan Kendaraan yang Masuk ke Jakarta Mendesak'

'Pembatasan Kendaraan yang Masuk ke Jakarta Mendesak'

Syubhan Akib - detikOto
Kamis, 28 Jun 2012 15:03 WIB
Pembatasan Kendaraan yang Masuk ke Jakarta Mendesak
Jakarta - Kemacetan adalah makanan sehari-hari warga Jakarta yang telah membuat banyak orang frustrasi. Pembatasan penggunaan jalan pun sudah harus segera diberlakukan.

Pertumbuhan penjualan kendaraan yang berbanding terbalik dengan pertumbuhan pembangunan jalan dan penyediaan transportasi publik yang layak menjadi buah simalakama yang harus segera dibereskan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso dalam seminar Intellegent Transport System mengatakan kalau pembatasan penggunaan kendaraan harus segera dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertumbuhan kendaraan dengan panjang jalan itu tidak seimbang. (Pertumbuhan kendaraan) Lebih banyak di Jabodetabek. 40 persen pertumbuhannya. Tempat lain paling sekitar 10-20 persen. Karena itu, masalah Jabodetabek akan jadi prioritas selain kota-kota besar lain," jelas Suroyo, Kamis (28/6/2012).

Suroyo lalu menuturkan kalau tiap hari ada 18.000 orang masuk ke Jakarta. Suroyo pun lalu mengusulkan agar kemungkinan untuk pembatasan waktu masuk kendaraan dari luar Jakarta bisa dipikirkan.

Misalnya, pukul 05.00 WIB sampai 09.00 WIB kendaraan pribadi tidak boleh masuk. Jadi semua harus pakai kendaraan umum, tentu pembenahan sektor transportasi publik yang layak, nyaman dan tepat waktu juga harus segera dikebut.

"Ruang parkir juga mungkin harus dibatasi," imbuhnya.

Ruang parkir yang harus dipikirkan menurut dirinya bukanlah ruang parkir di tengah kota, melainkan di dekat sarana transportasi umum agar masyarakat dapat memarkir kendaraannya untuk kemudian beralih ke angkutan umum.

Selain itu Electronic Road Pricing (ERP) juga harus segera diberlakukan.

"Saya juga ingin agar jalan tol Indonesia tidak lagi pakai acara bayar atau gesek seperti yang ada sekarang. Tapi pakai sistem elektronik, jadi dia tinggal lewat saja biar tidak macet," papar Suroyo.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads