WHO: Asap Mesin Diesel Penyebab Kanker

WHO: Asap Mesin Diesel Penyebab Kanker

Syubhan Akib - detikOto
Rabu, 13 Jun 2012 16:24 WIB
WHO: Asap Mesin Diesel Penyebab Kanker
ilustrasi
Paris - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa mereka telah menemukan bukti yang cukup untuk menghubungkan asap diesel dengan kasus kanker pada manusia. Dengan begitu, mereka mengklaim kalau asap dari mesin diesel adalah salah satu penyebab kanker.

Organisasi yang bernaung di bawah PBB ini seperti detikOto kutip dari leftlane, Rabu (13/6/2012) mengatakan bahwa asap diesel kini diketahui sebagai salah satu penyebab kanker paru-paru dan juga dapat meningkatkan risiko kanker kandung kemih.

Meski begitu, teknologi diesel yang makin meningkat dimana mesin diesel kini sudah menerapkan berbagai fitur seperti penyaring partikulat, teknologi direct injection dan penggunaan BBM diesel ramah lingkungan sudah banyak membantu mereduksi efek negatif itu. Namun sayang, hal ini belumlah terjadi di sebagian besar dunia.

Di negara berkembang seperti Indonesia bahan bakar yang digunakan untuk mesin diesel masih belum bisa dianggap bersih. Apalagi kendaraan terutama truk besar belum menggunakan mesin yang emisinya bersih.

"Bukti ilmiah adalah menarik dan kesimpulan kelompok kerja adalah bulat: knalpot mesin diesel menyebabkan kanker paru-paru pada manusia," jelas ketua kelompok kerja Dr Christopher Portier.

"Mengingat dampak kesehatan tambahan dari partikulat diesel, paparan campuran bahan kimia ini harus dikurangi seluruh dunia," tegasnya.

Sebelumnya, dalam sebuah penelitian di Inggris emisi dari mesin diesel juga dianggap sangat berbahaya dan menyebabkan 'kematian dini.'


Penelitian bertema 'Dampak Kesehatan Masyarakat Inggris Karena Emisi Pembakaran' yang dilansir di jurnal Environmental Science and Technology menyebutkan kalau di Inggris saja ada 13.000 kematian prematur karena emisi gas buang mesin diesel yang banyak digunakan di mobil dan truk hingga ke mesin-mesin pabrik.

Angka itu menurut Forbes diambil dari data tahun 2005, jadi sangat mungkin saat ini angkanya lebih tinggi lagi meski tidak disebutkan berapa angka kematian akibat kecelakaan tiap tahunnya di Inggris.

Meski begitu, sulit mendiagnosis masalah kesehatan spesifik yang dialami oleh orang-orang tertentu di tempat-tempat khusus yang banyak polusi udara. Terlebih banyak orang yang tidak sadar mereka sakit karena polusi tersebut.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads