Profesor: Bagi Pengendara Alkohol Lebih Berbahaya dari Ekstasi

Profesor: Bagi Pengendara Alkohol Lebih Berbahaya dari Ekstasi

- detikOto
Jumat, 01 Jun 2012 18:42 WIB
Profesor: Bagi Pengendara Alkohol Lebih Berbahaya dari Ekstasi
London - Alkohol memang sesuatu yang berbahaya bagi para pengendara. Namun, belum lama ini Professor David Nutt dari London membuat kontroversi dengan mengatakan bahwa alkohol memang berbahaya. Ekstasi dikatakan lebih aman dibanding alkohol.

Karena itulah sang profesor mendesak agar alat sensor alkohol menjadi fitur wajib di setiap mobil.

Sebenarnya, pandangan Professor David Nutt ini merupakan pandangan yang sejak dahulu dia pegang setelah melakukan serangkaian penelitian. Namun sayangnya, akibat pandangannya tersebut, 3 tahun lalu sang profesor dipecat dari jabatan penasehat bidang kesehatan di pemerintah Inggris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penggunaan fitur sensor alkohol tersebut merupakan salah satu hal yang disarankan Nutt yang wajib ada di mobil dan digunakan pengendara sebelum mulai mengemudi. Bila sang pengendara dites memiliki kadar alkohol diatas ambang batas, maka mobil tidak bisa dihidupkan. Fitur ini sebenarnya sudah ada, namun bagi banyak pihak dianggap terlalu 'ribet'.

Di Perancis sendiri para pengendara harus membawa breathalyser, sebuah alat pendeteksi nafas untuk memantau kadar alkohol di dalam mobil.

Selain itu, dalam buku barunya Drugs - Without The Hot Air, Nutt juga menyarankan untuk membatasi izin jam buka pub hingga menyarankan pelarangan bagi supermarket untuk menjual minuman beralkohol dan bir.

Nutt sendiri adalah presiden di British Neuroscience Association dan professor di Imperial College, London.

"Anda mendengar tentang kecelakaan mengerikan ketika empat atau lima orang muda mati secara bersamaan dalam satu mobil karena sopir sudah mabuk. (Langkah) Ini bisa menyelamatkan banyak nyawa," katanya.

Nutt memang sejak lama mengeluarkan pandangan kontroversional. Dahulu dia pernah menolak untuk mengklasifikasi ganja sebagai barang 'sangat berbahaya' dan meminta ganja untuk dipindahkan dari kelas A ke B bersama alkohol dan tembakau. Tapi masih dibawah kokain, heroin atau metadon.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads