Karena itulah sang profesor mendesak agar alat sensor alkohol menjadi fitur wajib di setiap mobil.
Sebenarnya, pandangan Professor David Nutt ini merupakan pandangan yang sejak dahulu dia pegang setelah melakukan serangkaian penelitian. Namun sayangnya, akibat pandangannya tersebut, 3 tahun lalu sang profesor dipecat dari jabatan penasehat bidang kesehatan di pemerintah Inggris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Perancis sendiri para pengendara harus membawa breathalyser, sebuah alat pendeteksi nafas untuk memantau kadar alkohol di dalam mobil.
Selain itu, dalam buku barunya Drugs - Without The Hot Air, Nutt juga menyarankan untuk membatasi izin jam buka pub hingga menyarankan pelarangan bagi supermarket untuk menjual minuman beralkohol dan bir.
Nutt sendiri adalah presiden di British Neuroscience Association dan professor di Imperial College, London.
"Anda mendengar tentang kecelakaan mengerikan ketika empat atau lima orang muda mati secara bersamaan dalam satu mobil karena sopir sudah mabuk. (Langkah) Ini bisa menyelamatkan banyak nyawa," katanya.
Nutt memang sejak lama mengeluarkan pandangan kontroversional. Dahulu dia pernah menolak untuk mengklasifikasi ganja sebagai barang 'sangat berbahaya' dan meminta ganja untuk dipindahkan dari kelas A ke B bersama alkohol dan tembakau. Tapi masih dibawah kokain, heroin atau metadon.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?