Dilansir Daily Mail, seorang kakek berusia 59 tahun, Ronald Smith tewas setelah menghirup gas beracun dan serbuk yang muncul saat airbag mengembang.
Awalnya, Smith mengalami kecelakaan ringan dengan mobil lainnya beberapa bulan lalu. Saat itu Smith tidak mendapatkan cedera serius pada November 2010 lalu. Istrinya pun lega ketika melihat suaminya pulang ke rumah dalam kondisi sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas koroner yang memeriksa Smith menyimpulkan, kematian Smith terjadi sebagai akibat dari kecelakaan, Smith menghirup gas berbahaya dari airbag mobil Vauxhall Insignia.
"Saya tahu dari awal ini pasti karena airbag. Dia memberitahu saya soal serbuk putih yang sangat banyak yang membuatnya tidak bisa melihat," tutur istri Smith, June.
Juru bicara Vauxhall langsung mengatakan perusahaannya akan menginvestigasi insiden ini.
Organisasi bermotor Inggris, AA menuturkan insiden yang dialami Smith diyakini merupakan kasus kematian pertama akibat menghirup gas dari airbag.
Bagaimana airbag bisa mengembang? Di mobil terdapat sebuah sensor yang mengukur secara pasti benturan yang dialami kendaraan.
Jika benturan cukup dahsyat, akan memicu pengembangan airbag. Di beberapa sistem airbag, tablet Natrium Azida yang terdapat di dalam airbag akan membuat airbag mengembang. Dan ini terpicu secara elektronik.
"Ketika airbag mengembang, senyawa ini menghasilkan nitrogen, yang semestinya tidak berbahaya karena udara mengandung 75 persen gas nitrogen. Selain gas, nitrogen, airbag yang mengembang juga mengeluarkan serbuk seperti bedak. Beberapa sistem airbag juga menggunakan gas yang berbahan dasar selulusa, namun ini juga tidak beracun," ujar AA.
(ddn/syu)












































Komentar Terbanyak
Harga Asli Pertalite Rp 18.040/Liter Lebih Mahal dari Pertamax, Begini Kata Pertamina
Dulu Laku Ribuan Sebulan, Penjualan BYD Atto 1 Tiba-tiba Cuma 26 Unit
Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun