Technical Service Division Head PT Astra Daihatsu Motor Ahmad Syaufi mengatakan kalau sebelum recall dilakukan di Indonesia, Jepang juga sudah memprediksi adanya potensi masalah di Gran Max. Sementara Malaysia sudah menarik Sirion atau yang disana dinamakan Perodua Myvi.
"Di Jepang dan Malaysia sudah lebih dahulu. Sebenarnya ini belum menjadi masalah, karena baru 'ditengarai memiliki potensi masalah'. Jadi Sirion dan Gran Max yang bermasalah sebenarnya belum ada," jelasnya.
"Tapi meskipun baru potensi dan belum pernah terjadi masalah tentu kita sebagai produsen harus mencegah produk kita bermasalah. Ini menjadi bukti kalau Daihatsu adalah perusahaan yang bertanggung jawab pada konsumen dan barang produksinya," timpal Direktur Marketing PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra.
Total ada 51.930 unit Sirion dan Gran Max yang ditarik terdiri dari 36.988 unit Gran Max Pick Up (GM PU) yang diproduksi sejak tahun 2007 sampai dengan 15 Oktober 2010 dan sebanyak 11.715 unit Gran Max Mini Bus (GM MB) dan Blind Van (GM BV) produksi tahun 2007 sampai dengan 23 Oktober 2008.
Sementara Sirion yang ditarik sebanyak 3.227 unit yang diproduksi sejak Januari 2008 β Maret 2011.
Kedua model ini sendiri menurut data Daihatsu setengahnya berada di Jakarta. Untuk Gran Max, Daihatsu memprediksi ada 50 persen Gran Max yang terjual ada di Jakarta sementara sisanya tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Sedangkan Sirion karena modelnya adalah city car, maka menurut data Daihatsu dari seluruh Sirion yang terjual ada 60 persen Sirion di Jakarta sementara sisanya tersebar di berbagai ibukota provinsi. Selain Jakarta, kota-kota seperti Medan, Surabaya dan manado juga tercatat cukup banyak memiliki populasi Sirion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seiring dengan bertambahnya usia pemakaian kendaraan apalagi jika kendaraan sering digunakan pada jalan yang kasar, pada kondisi terburuk dudukan ban cadangan dapat terjatuh sehingga dapat membahayakan pengendara lainnya.
Sedangkan Sirion menurut hasil pengecekan Daihatsu ditemukan adanya tetesan air yang keluar dari selang pembuangan air A/C yang menetes mengenai bagian luar steering rack.
Dalam jangka panjang hal ini berpotensi menimbulkan karat dan pada kondisi terburuk fungsi steering rack dapat terganggu. Namun Daihatsu mengklaim kalau sejak diperkenalkan di Indonesia tahun 2008 hingga saat ini, tidak pernah ditemukan kerusakan steering rack karena karat.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
Ini Masalah Teknis yang Bikin Taksi Listrik Berhenti di Perlintasan KA