Peluang, Hambatan dan Tantangan Mobnas

Peluang, Hambatan dan Tantangan Mobnas

Syubhan Akib - detikOto
Senin, 28 Mei 2012 14:21 WIB
Peluang, Hambatan dan Tantangan Mobnas
Jakarta - Industri kendaraan bermotor merupakan industri yang padat modal dan teknologi serta terkait dengan pasar global. Untuk mengembangkan mobil nasional disamping memiliki peluang juga akan menghadapi tantangan dan hambatan baik dari dalam maupun luar negeri.

Kementerian Perindustrian mencatat beberapa kendala yang dihadapi produsen mobil nasional mulai dari:



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Keterbatasan supply chain dari industri komponen nasional yang umumnya IKM. Kualitas dan kontinuitas menjadi hambatan utama.
  2. Persyaratan teknis terkait regulasi keselamatan dan kualitas yang telah berlaku di Indonesia
  3. Hak atas kekayaan intelektual (HAKI), bila menggunakan komponen impor harus mempertimbangkan HAKI sehingga tidak dituntut di kemudian hari oleh pihak lain.

Namun bukan berarti mobil nasional tidak berpeluang untuk maju. Apalagi potensi pasar dalam negeri seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan per kapita.

"Semangat nasionalisme yang sedang tumbuh dan telah lamanya penantian masyarakat akan berkembangnya mobil nasional menjadi peluang bagi mobil nasional," tutur Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam jawab tertulis yang disampaikan kepada Komisi VI DPR, Senin (28/5/2012).

Kondisi ekonomi global yang dibayang-bayangi krisis, juga menjadi peluang dalam menciptakan pasar nasional melalui produk nasional.

Hidayat menggarisbawahi beberapa hal yang akan menjadi tantangan bagi mobil nasional, seperti soal elera masyarakat yang tidak bisa dipaksakan.

"Dalam rangka penetrasi pasar, diperlukan dukungan pemerintah untuk mendapat kepercayaan masyarakat oleh sebab itu pada tahap awal perlu dibantu oleh pemerintah," ujarnya.

Apalagi produksi kendaraan merek baru dari jenis ini belum mempunyai jaringan after sales service.

"Sebagaimana karakteristik industri mobil yang sangat tergantung pada jaringan after sales service perlu dukungan dan kolaborasi instansi pemerintah terkait seperti menggandeng bengkel-bengkel umum, balai-balai teknis/perbengkelan pemerintah atau mengembangkan pusat service di SMK-SMK otomotif (kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Nasional)," ujarnya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads