Anggota Komisi VI DPR Fraksi Demokrat Ferrari Romawi dalam rapat kerja dengan Kementerian Perindustrian di Gedung DPR mengatakan kalau dirinya sangat gembira dan mengapresiasi program pemerintah terkait mobil hybrid dan listrik tersebut.
Menurutnya, meski banyak pengamat dan pelaku industri otomotif masih memandang hybrid dan listrik sebagai teknologi yang masih jauh untuk Indonesia, dirinya berkeyakinan kita harus segera memulai era baru tersebut.
Karena bila saat ini teknologi hybrid dan listrik masih dianggap teknologi yang terlalu maju, Ferrari mengatakan kalau di masa depan teknologi itu adalah teknologi yang biasa.
"Kita harus mengikuti teknologi," tegasnya, Senin (28/5/2012).
"Paling tidak sekarang ada dulu insentif kepada produsen untuk merakit dan pajaknya diringankan," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu tentu sulit dimengerti karena mobil bermesin besar tentu meminum BBM lebih banyak. "Itu tidak cocok," lugasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS