Nasib pabrikan mobil yang sempat berjaya dengan Blazer yakni Opel masih terkatung-katung. Setelah sempat dikabarkan akan diselamatkan GM, pabrik Opel di Jerman tidak akan mampu bertahan.
Dikutip Reuters, CEO Opel Karl-Friedrich Stracke dalam tekanan GM untuk mengurangi biaya produksi dengan memindahkan pabrik di Bochum Jerman ke negara lain yang memiliki biaya tenaga kerja lebih murah.
Stracke menuturkan kepada para pekerja kalau belum ada jaminan kalau mereka tetap bekerja di pabrik tersebut setelah 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekitar 45.000 orang terikat dengan pabrik tersebut, namun seiring krisis ekonomi di Eropa, angka penjualan mobil menurun. Hal ini membuat pabrikan mobil menghadapi biaya tinggi setara dengan ongkos produksi di 10 pabrik.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Tukang Tambal Ban Pungut Pelat Nomor Terbawa Banjir, Minta Tebusan Rp 50 Ribu
Pengendara Singapura Banyak yang Mau Balik Beli Mobil Bensin
Lawan Arah di Malaysia Didenda Rp 60 Juta, di Indonesia Cuma Rp 500 Ribu