Hal itu diungkapkan Chief Marketing Officer Chrysler Indonesia, Rieva Muchsin di acara peluncuran Jeep Wrangler Sahara Arctic dan New Grand Cherokee Overland 6 percepatan 4Xdi Plaza Senayan, Rabu (16/5/2012).
"Untuk Indonesia cuma 68 unit. Mobil mulai dikirim ke kita dari AS," kata Rieva Muchsin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil-mobil ini tersebar di beberapa negara seperti Australia, Jepang, Indonesia dan negara lainnya yang mengadopsi setir kanan.
"Untuk international market hanya 600 unit right hand drive (setir kanan). Sebagian masuk Indonesia dengan jumlah 68 unit," paparnya.
Jeep menyediakan Wrangler Sahara Arctic 2 dan 4 pintu yang masing-masing dihargai Rp 790 juta dan 850 juta on the road Jakarta.
Jeep Wrangler Sahara Arctic yang terinspirasi dari lingkungan ekstrem di Kutub Utara tersedia dalam edisi terbatas. Mobil tersebut menggunakan platform Jeep Wrangler Sahara.
Sedangkan yang membedakan antara Jeep Wrangler Sahara Arctic 2 & 4 pintu adalah wheel base-nya, dimana wheel base Sahara Arctic 2 pintu lebih pendek ketimbang Sahara Arctic.
'Manusia kutub' itu dilengkapi dengan mesin Penstastar 3.6I V6 DOHC 24 valve VVT dengan transmisi 5 percepatan otomatis 4x4 yang dibekali dengan Command NV241 part time 2 speed dengan transfer case bergigi rasio 2,72:1.
Mesin tersebut bisa menyemburkan tenaga 285 Hp (naik dari 205 Hp dari generasi sebelumnya) dan torsi 350 Nm. Teknologi terbarunya bisa membuat si manusia kutub berlari dari 0-100 km/jam dengan hitungan 8,4 detik.
Kesan mobil dingin lebih terasa dengan emblem Yeti sebagai makhluk yang hidup di es di bagian ekterior tepatnya sebelah kiri-kanan depan serta di interior. Dan semakin berasa aura mobil kutub dengan telapak makhluk Yeti di kap mesin.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas