Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan kalau Toyota meminta berbagai kemudahan untuk penetresi pasar mobil hybrid di Indonesia seperti pengurangan Pajak Pertambahan Nilai dan Barang Mewah (PPnBM)Β dan import duty untuk membuat harga mobil hybrid jadi lebih terjangkau.
"Saya minta setahun, dia dua tahun untuk tes pasar. Setelah itu masuklah ke sistem CKD (Completely Knock Down), kalau sistem CKD jadi assembling disini, lalu tahap berikutnya lokalisasi," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lebih bagus secepatnya CKD. Kelihatannya 3 tahun bisa lokalisasi," tegasnya.
Sementara itu, sebelumnya Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan mengatakan kalau untuk memproduksi sebuah mobil entah itu mobil konvensional maupun mobil hybrid membutuhkan waktu persiapan yang tidak sebentar.
"Bikin mobil itu tidak bisa cepat. Tapi pembicaraan kami belum sampai kesana," tandasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas