Gerakan penghematan energi yang pemerintah canangkan per 1 Juni 2012, akan disusul dengan upaya pemasaran mobil ramah lingkungan seperti mesin hybrid.
"Dua hari lalu saya melihat langsung display sistem hybrid yang mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama akan masuk pasar di Indonesia," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Hal tersebut disampaikannya dalam Peluncuran Asia-Pacific Human Development Report (APHDR) oleh UNDP. Sejumlah perwakilan negara sahabat dan organisasi internasional hadir dalam acara yang diselenggarakan di Istana Negara, Jakarta, Kamis (10/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mobil-mobil hybrid sebenarnya sudah lama beredar di Indonesia. Sebagian besar mobil-mobil ini dipasarkan oleh pabrikan Jepang.
Honda pertama meluncurkan Civic hybrid yang tidak sukses di pasaran. Namun mobil ini dimiliki oleh pejabat di BPPT yang memang perhatian dengan isu ramah lingkungan. Ada juga mobil sport Honda CR-Z yang dijual oleh beberapa importir umum.
Toyota kemudian menyusul dengan merilis Prius generasi ketiga di 2009 dan Camry hybrid di 2012.
SBY menuturkan emisi gas buang dari sektor transportasi masih di bawah yang berasal dari hutan dan industri.
Namun demikian pemerintah berketetapan bahwa kebijakan dan program aksi hemat energi akan digarap di antaranya melalui sektor transportasi.
Langkah pertama adalah melakukan pengalihan secara bertahap penggunaan BBM menuju BBG untuk sarana transportasi. Kemudian penghematan total penggunaan BBM dan listrik yang dimulai dari jajaran pemerintahan dengan melibatkan peran serta masyarakat sebanyak-banyaknya.
"Juga mulai mengenalkan dan memasarkan transportasi dengan sistem hybrid," sambung SBY.
(lh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?