Hal tersebut disampaikan Ketua Group Penelitian Konverter Gas Universitas Gadjah Mada (UGM) Jayan Sentanuhady di Jakarta
"Masyarakat seharusnya tidak perlu takut. Saya akui memang secara umum gas itu lebih berbahaya, karena gas itu lebih mudah bercampur dengan udara. Oleh sebab itu masyarakat harus mendapatkan pembelajaran yang tepat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan ini semua bisa kita sesuaikan dengan standarisasi, secara enginering itu tidak akan terjadi masalah (terbakar)," katanya.
Oleh sebab itu edukasi menggunakan BBG beserta converternya menjadi unsur terpenting, untuk bisa merealisasikannya.
"Masyarakat harus mengerti dari inti pembakaran atau terjadinya sebuah ledakan. Ledakan gas itu terjadi karena 3 hal, adanya bahan bakar, adanya udara dan adanya sumber panas. Namun dengan kombinasi yang sesuai atau Flammability Range yang tepat semua ini tidak akan terjadi," ujarnya.
"Inilah yang harus diajarkan kepada pengguna dan pemrintah juga harus punya standarisasi untuk para pengguna. Sehingga pengguna (masyarakat) tidak akan takut untuk menggunakan BBG," tutupnya.
Namun Gaikindo pernah mengingatkan, jika Anda mengganti sendiri mobilnya menjadi BBG, garansi yang dikeluarkan pabrikan mobil akan hilang karena mobil sudah dimodifikasi.
Garansi baru akan diterapkan jika pabrikan sendiri yang mengeluarkan mobil berbahan bakar gas.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar