Hal itu diungkapkan Direktur Sales dan Marketing PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Endro Nugroho.
"Harapan kami Low Cost and Green Car Suzuki akan menjadi backbone kedua," kata Endro.
Keyakinan tersebut menurut Endro sangatlah masuk akal, Suzuki sudah familiar dengan mobil murah. Suzuki pun punya kepercayaan diri tinggi untuk melahirkan mobil tersebut di pasar mobil tanah air.
"Jadi logika kita sederhana. Di dunia Suzuki sangat terkenal dengan mobil kompak. LCGC pernah kita diskusikan dengan Budi Darmadi (Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian). Waktu ide itu dilontarkan beberapa pabikan secara historis siap, termasuk Suzuki. Karena Suzuki, kita punya kemampuan memproduksi kendaraan kompak. Kita sudah melakukan diskusi panjang lebar dan cukup lama," ucapnya.
"Mobil ini ramah lingkungan dan irit bahan bakar dan harga terjangkau," lanjutnya.
Dan Suzuki pun kini tinggal menunggu regulasi dari pemerintah terkait LCGC yang kabarnya dalam waktu dekat bakal diumumkan.
"Kita intinya siap saja, apalagi dengan keahlian Suzuki selama ini. Kita yakin kita mampu. Kita tidak akan keluarkan statement apapun. Tapi kita sangat siap. Mudah-mudahan tidak ada rintangan," pungkas Endro.
Dan ketika regulasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah, seperti yang ditegaskan Endro, Suzuki bakal sangat diuntungkan di Indonesia.
"Pertama kita akan punya kendaraan irit bahan bakar, dan kedua harganya dipatok kurang dari Rp 100 juta. Dan ketiga ada insentif dari pemerintah dan kemudahan tax. Ini yang kita tunggu. Pemerintah segera bisa ambil sikap dan kita bisa memutuskan," tutupnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas