Seperti yang diungkapkan Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia Astrid Ariani Wijana di sela-sela pembukaan diler Mazda di Jakarta, Selasa (3/4/2012).
"So far, kalau dilihat dari Down Payment(DP) Mazda selalu memberikan DP ke konsumen 20 hingga 25 persen, jadi kalau DP kita tingkatkan hingga 5 persen dan mencapai 30 persen sesuai kebijakan. Seharusnya sih itu tidak menjadi masalah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap varian memiliki komposisi yg berbeda-beda, namun untuk konsumen Mazda hanya terdapat 35 persen yang melakukan pembelian secara financing) dan paling banyak di varian Mazda2. Dan sisanya pembelian secara cash mencapai 60 persen," ujarnya.
Apakah kebijakan ini akan mempengaruhi penjualan mobil nasional yang ditargetkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia pada 1 juta unit?
"Saya yakin Gaikindo dan Pemerintah memiliiki objektivitas sendiri, dan kalau melihat target Indonesia untuk mencapai 1 juta unit kendaraan saya yakin Indonesia pasti memiliki kebijakan yang lebih baik," katanya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik