"Dampaknya tidak terlalu besar, kaget sesaat ya pasti. Kemudian akan kembali normal, karena mobil itu dibeli karena kebutuhan. Dan orang membeli mobil itu tidak seperti beli makanan yang dibutuhkan setiap saat, kalau dia (konsumen) mau beli sebuah mobil mereka akan menabung terlebih dahulu," ujar GM Marketing Planning Customer Relation Division PT Toyota-Astra Motor Widyawati Soedigdo.
Namun jika kenaikan BBM ini justru membuat perekonomian Indonesia loyo dengan inflasi yang terlalu tinggi maka akan berdampak besar pada penjualan mobil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, lanjut Wiwied, yang mempengaruhi penjualan mobil bukan lah faktor kenaikan BBM. Penjualan mobil paling besar dipengaruhi oleh faktor nilai mata uang dan pertumbuhan ekonomi (PDB). "Jadi bila PDB dan nilai mata tukar uang yang berubah, baru itu bisa berpengaruh terhadap harga mobilnya. Hanya itu yang mempengaruhinya," tutupnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans