Kepastian nyawa Mazda CX-7 di RI disampaikan oleh Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia (MMI), Astrid Ariani disela-sela peresmian dealer Mazda cabang Bogor, Rabu (21/3/2012).
"Kita memutuskan untuk tetap jual CX-7. Kita akan tetap memproduksi CX-7 dan jualan di Indonesia, tidak seperti di sana," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di AS, kabar dihentikannya penjualan Mazda CX-7 karena boros BBM. Karena itu Mazda memproduksi mobil SUV mesin pintar yang tidak rakus BBM.
Untuk pasar mobil Indonesia, kehadiran Mazda CX-5 2.000 cc bensin sudah dinanti, dan dipastikan SUV tersebut menjadi pelepas dahaga para pecintanya yang suka mobil efisien dalam soal bahan bakar.
PT MMI berkeyakinan, Mazda CX-5 bisa menjadi tulang punggung Mazda di RI setelah Mazda2 dan BT50. "CX-5 ekspetaksinya sangat besar, pikap BT 50 dan Mazda2 masih menjadi pilar Mazda. Namun komposisi pasti akan berubah dan CX-5 juga akan jadi backbone Mazda di RI," tukas Presiden Direktur PT Mazda Motor Indonesia, Keizo Okue.
Okue menegaskan kehadiran Mazda CX-5 akan membantu menutup penjualan Mazda sebanyak 12.000 unit tahun ini. Terlebih konsumsi BBM 1:16 menambah rasa cinta para konsumen Mazda.
"Perasaan saya, mobil ini akan diterima di Indonesia. Mobil ini amat bertenaga tapi hemat bahan bakar. Kita yakin bisa jualan 12.000 karena produk kita bagus-bagus dan tak kalah baik soal irit BBM," tutupnya.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?