Produsen mobil Nissan memastikan akan melahirkan kembali merek legendaris Datsun di Indonesia. Untuk kelahiran kembali merek ini, pusat riset pun dibangun agar Datsun bisa memenuhi selera konsumen Indonesia.
CEO Nissan Motor Co Carlos Ghosn memaparkan kalau pusat Research and Development (R&D) yang akan dibangun diciptakan untuk mengakselerasi potensi lokal dan menciptakan mobil sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia. Datsun sendiri pembangunannya memang difokuskan di 3 negara. Selain Indonesia, Datsun juga akan dibangun di Rusia dan India.
"Lebih dari itu, kami akan kembali memperkuat operasional R&D kami dan mengakselerasi lokalisasi untuk ekspansi Nissan Technical Center South East Asia-Indonesia," jelasnya di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (20/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemungkinan kalau pusat riset itu dibuat untuk berbagai macam hal dan meliputi berbagai merek seperti Nissan dan Infiniti yang dijual di Indonesia. Terlebih, kelahiran merek mobil Datsun di Indonesia yang sudah menjadi kepastian membuat R&D ini bisa jadi tempat kelahirannya.
Apalagi Ghosn mengatakan bahwa Datsun yang kemungkinan akan lahir di 2014 itu nantinya akan memiliki cita rasa Indonesia di banyak aspek tapi tetap memiliki kualitas internasional.
Di Indonesia, Datsun akan disetting Nissan sebagai merek mobil murah untuk mengikuti program Low Cost and Green Car yang sedang digodok pemerintah. Pada program ini, mobil itu harus memiliki nilai efisiensi bahan bakar sebesar 22 km/liter dan dijual dengan harga hanya sekitar Rp 90 jutaan.
"Datsun harus sesuai dengan kriteria yang diusulkan pemerintah Indonesia yakni memiliki kapasitas mesin yang kecil dengan kandungan lokal cukup besar," tuntasnya.
Penambahan Kapasitas Pabrik Belum Jadikan Indonesia Basis Ekspor
Di sisi lain, Nissan yang siap menggelontorkan dana hingga US$ 400 juta untuk meningkatkan kapasitas produksi pabrik mereka dari 100.000 unit menjadi 250.000 unit pertahun ternyata masih belum sanggup menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor mobil Nissan.
Ghosn beranggapan kalau pasar Indonesia yang saat ini menjadi pasar terbesar di Asean adalah tujuan pertama Nissan. Bila kebutuhan domestik Indonesia bisa dipenuhi, baru Nissan akan memikirkan untuk mengekspor mobilnya ke berbagai negara.
"Kita akan lihat Indonesia akan menjadi besar dan menjadi pasar mobil yang dinamis, kita lihat," ujarnya.
Bila saatnya tiba dan Nissan telah mampu memenuhi permintaan pasar mobil Indonesia, Ghosn yakin Indonesia punya banyak modal untuk ke tingkat selanjutnya, yakni menjadi basis ekspor bagi mobil-mobil Nissan di masa depan.
"Indonesia punya tenaga kerja yang kompetitif dibanding Thailand, dibanding China, dibanding India. Prioritas pertama adalah memenuhi kebutuhan lokal," tandasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?