Vice President Director Sales and Marketing PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Teddy Irawan menjelaskan bahwa dalam tahun fiskal yang akan berakhir bulan ini, pihaknya telah berhasil melepas 61 ribu mobil.
Dia lalu mengatakan kalau dari total penjualan itu, produk-produk seperti Grand Livina dan March menjadi tulang punggung penjualan Nissan di Indonesia bersama Juke.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan, Teddy memprediksi kalau tahun fiskal mendatang penjualan Juke akan tetap meningkat bersama dengan peningkatan penjualan Nissan secara keseluruhan.
"Tahun fiskal mendatang, kita targetkan 100 ribu unit," imbuh Teddy.
Pada kesempatan yang sama, Teddy pun kembali menegaskan kalau Nissan Juke yang dijual di Indonesia tidak akan di tarik kembali (recall) meski ada kecelakaan Olivia. Dia menegaskan kalau recall yang dilakukan hanya melibatkan Nissan Juke bermesin 1.6 liter, bukan Nissan Juke bermesin 1.5 liter seperti yang dijual Nissan di Indonesia.
"Kita juga sangat-sangat prihatin, turut berduka cita atas apa yang terjadi, tapi saya pun menerangkan apa adanya," kata Teddy
"Pemberitahuan (recall) sudah dilakukan akhir tahun lalu. Ada Serena, Juke, Infiniti M dan QX. Kenapa tidak diberitahu? Ya karena saya tidak jual barangnya (tipe-tipe yang ditarik) disini. Sampai saat ini tidak ada recall, karena sampai saat ini kita hanya jual yang 1.5," jelasnya.
"Saya percaya, tidak (tidak bakal pengaruhi penjualan Juke di indonesia), oke pertama beritanya simpang siur. Tapi kalau orang mau beli pasti dia cari tahu. Tinggal tanya Mr Google," kata Teddy.
"Jadi saya rasa tidak akan bermasalah dengan penjualan Juke," pungkasnya.
Dealer Nissan Siap Diperbanyak
Bahkan, meski salah satu mobil popularnya itu sedang tersandung masalah, Nissan sedang bersiap untuk melakukan ekspansi besar-besaran. Selain memberbesar kapasitas produksi menjadi 250.000 unit per tahun, Indomobil yang menjadi rekan Nissan di Indonesia pun siap membantu ambisi Nissan dengan menyiapkan dana kira-kira Rp 1,5 triliun untuk pembangunan 79 dealer baru Nissan di Indonesia.
President Director Indomobil Group Jusak Kertowidjojo menjelaskan bahwa saat ini pihaknya mengelola 71 dealer Nissan di Indonesia dan akan segera ditambah menjadi 150 dealer di tahun 2015 mendatang.
"Nissan mengatakan seperti itu, kami siap membantu. Sekarang kita punya 71 dealer Nissan, jadi untuk mencapai 150 dealer kita akan bangun 79 dealer lagi," kataya.
Lebih lanjut Jusak juga menjelaskan bahwa pembangunan dealer Nissan di Indonesia biasanya ditanggung penuh oleh Indomobil. "Biasanya 100 persen, kalau tidak, kami pasti mayoritas dalam pendanaannya," ujar Jusak lagi.
Untuk pembangunan satu dealer Nissan menurut Jusak Indomobil membutuhkan dana sekitar Rp 20 miliar. Jadi kalau ditotal, 79 delaer baru Nissan yang akan dibangun Indomobil membutuhkan dana sekitar Rp 1,58 triliun.
Dengan dana sebesar itu, selain akan membangun 79 dealer baru, Nissan kemungkinan akan pula menjadikan pekerja di dealer-dealer tersebut tersebut menjadi 9.300 orang.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas