Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan bahwa langkah Honda merakit Honda Brio di Indonesia merupakan sentimen positif bagi wacana yang ingin dia gulirkan itu. Apalagi, Honda juga berencana untuk mengekspor 20 persen dari produksi Brio di Indonesia untuk pasar Asia dan Ocenia.
"Yang penting, Honda memastikan pasti menambah kapasitas 60.000 unit menjadi 180.000 unit. Jadi ada peningkatan 100 persen. Dan dia memulai ekspor," ujar Hidayat setelah pengumuman pembangunan pabrik baru Honda di Kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (15/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi itu dibicarakan di tingkat dirjen, rasanya akan menjadi persyaratan mutlak (pabrikan melakukan ekspor mobil dari Indonesia)," imbuhnya.
Honda sendiri berencana untuk memperluas pabrik mereka di Karawang dari 97.575,79 m2 sampai 192.575,79 m2 dan juga meningkatkan kapasitas produksinya dari 60.000 unit/tahun menjadi 180.000 unit/tahun.
Dengan perluasan pabrik yang menelan biaya investasi hingga Rp 3,1 triliun tersebut maka ada sekitar 2.000-5.000 karyawan baru di pabrik (perakitan), 30.000 orang di 45 pemasok baru (komponen) dan 6.200 orang di 62 jaringan baru mereka.
Fasilitas produksi lama Honda sendiri memiliki kapasitas produksi sebesar 60.000 unit mobil per tahun dan telah memproduksi model-model andalan Honda di Indonesia seperti Honda Jazz, Honda CR-V dan Honda Freed.
"Honda commited bahwa Indonesia akan menjadi production base, dia percaya bahwa dengan dukungan supporting industry yang sebagian juga indonesia, dia akan bisa melakukan itu. Honda ini joint di indonesia dimana pihak indonesia memiliki saham 40 persen. Itu pertama kalinya industri otomotif dengan Jepang dimana Indonesia mendapatkan saham yang besar," pungkas Hidayat.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?