Nasi sudah jadi bubur, Esemka pun harus belajar lagi agar bisa lulus uji emisi. Namun, dibalik kegagalan Esemka ternyata ada yang harus disalahkan yakni Kementerian Perindustrian.
Kemenperin dianggap tidak mendukung penuh kendaraan Esemka asal Solo. Kemenperin juga dianggap belum bertindak apa-apa demi kelancaran proses produksi Esemka.
Hal itu diungkapkan Pengamat Otomotif, Suhari Sargo ketika dihubungi detikOto, Sabtu (3/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya Kementerian Perindustrian harus memiliki sifat atraktif agar Esemka tidak hanya sekedar lulus uji emisi melainkan juga bisa diproduksi massal. Pasalnya Kemeperin memegang peranan penting soal Esemka.
Langkahnya lanjut Suhari harus lebih jauh dari saat ini, seperti mendata industri komponen menengah yang akan mendukung Esemka, berapa kapasitas produksi dalam 1 tahun. Jadi tidak hanya sekedar mengurusi perizinan. Dan itu dinilainya sangat minim demi kesuksesan Esemka.
"Harusnya perindustrian harus punya data siapa industri komponen yang akan dilibatkan. Perindustrian harus turun tangan. Meski dilihat di mana pabriknya dan harus ada catatan perindutrian. Mengetahui pabrik yang akan digunakan seberapa luas, lantas mesinnya dari mana, dan itu data yang harus dimiliki perindustrian. Sampai saat ini belum ada," ucapnya.
Suhari mengungkapkan dukungannya seperti melihat kedepan apakah bisa menjadi industri mobil nasional. Ia juga menjelaskan terbentur Esemka karena emisi gas buang itu masalah mudah. Ia bisa diperbaiki sambil proses produksi berjalan.
"Harus turun tangan sesusia bidangnya, kalau emisi gas buang itu bisa diperbaiki," tutupnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?