Esemka dinyatakan tidak lulus uji emisi di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BTMP-BPPT) Serpong, Tangerang karena Esemka Rajawali memiliki emisi gas buang yang melebihi standar.
Selain emisi, Esemka juga masih bermasalah pada lampu. Pemerintah menetapkan dalam satu lampu memiliki intensitas setidaknya 12.000 Kandela (CD), namun pada Esemka lampu kanannya baru menyinarkan 10.900 CD dan sebelah kiri sebanyak 6.700 CD.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak awal, kami apresiasi sekali. Kita sangat terbuka," ujarnya di sela-sela perayaan 105 tahun Daihatsu di Hotel Mandarin, Jakarta, Kamis (1/3/2012).
Lebih lanjut Sudirman yang juga merupakan Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor ini lalu juga menjelaskan bahwa sejak beberapa tahun lalu pihaknya memang sudah mendukung langkah siswa SMK untuk menunjukkan kemampuannya di industri otomotif.
"Kita berikan 126 mesin dan 27 transmisi yang sebagian besar kita berikan ke SMK. Ada juga yang kita berikan ke balai penelitian Universitas. Itu tanda kita dukung SMK agar bisa berkembang," papar Sudirman.
"Selain itu, kami juga sudah sejak lama training guru SMK biar bisa mengajari siswanya," imbuh Sudirman.
Karena itulah, tidak ada alasan menurut Sudirman untuk tidak mendukung Esemka.
"Pemerintah yang menentukan aturan-aturan terkait kendaraan, jadi bukan wilayah kami untuk bicara uji emisi itu. Tapi yang jelas, apa pun mereknya, keputusan akhir sukses atau tidaknya ada di tangan konsumen," jelasnya lagi.
"Konsumen-lah yang menentukan. Kalau kami di industri selalu mendukung kemajuan industri, karena industri ini terbuka untuk semuanya," pungkas Sudirman.
Esemka sebelumnya dinyatakan tidak lulus uji emisi di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BTMP-BPPT) Serpong, Tangerang karena Esemka Rajawali memiliki emisi gas buang yang melebihi standar.
Berikut tabel hasil uji emisi Esemka Rajawali.
| Variabel Emisi | Β Standar Emisi Β | Emisi Esemka RajawaliΒ |
| CO (karbon monoksida) | 5 g/km | 11,63 g/km |
| HC+NOx | 0,70 g/km | 2,69 g/km |
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih