Yang ngomong di HT tadi adalah adalah Yosca Herman Sudrajat, Kadishubkominfo Kota Surakarta. Yang dipanggil adalah Roy Suryo, pengemudi Esemka. Roy segera menjawab, "Oke, di tol kita coba," jawab Roy.
Benar saja, di Tol Jatingaleh, Semarang, Roy langsung menginjak pedal gas. Jika kecepatan semula rata-rata 80 km/jam, kemudian dipacu hingga 120 km/jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kecepatan itu mobil rakitan Solo dengan kapasitas mesin 1.500 cc itu masih terasa stabil.
"Ini test drive kan. Jadi ya jangan dipacu terus. Kita juga harus memperhitungkan faktor-faktor lainnya. Tapi ternyata remnya juga pakem ketika mendadak ada truk di depan berjalan pelan," ujar Roy.
Roy terus memacu Esemka hingga sampai di SMKN 2 Kendal. Di sekolah tersebut rombongan disambut hangat. Esemka Rajawali juga bertemu 'saudaranya', yaitu dua mobil pikap warna putih rakitan anak-anak SMK Kendal.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi