Waduh, Stok Mobil Honda Masih Kosong

Waduh, Stok Mobil Honda Masih Kosong

- detikOto
Rabu, 22 Feb 2012 10:20 WIB
Waduh, Stok Mobil Honda Masih Kosong
Jakarta - Honda tidak seperti para kompetitornya yang senantiasa melakukan gebrakan untuk meningkatkan penjualan. PProdusen mobil asal Jepang Honda terlihat melempem dan tidak seagresif sebelum banjir menerpa Thailand akhir 2011 lalu.

"Untuk beberapa bulan ini kita (Honda) tidak terlalu agresif dalam hal misalnya promisi dan lain sebagainya. Karena memang tidak ada barang yang mau dijual. Ini bisa berlangsung sampai pertengahan 2012," kata Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HMP), Jonfis Fandy di sela-sela peluncuran New Odyssey di Hotel Pullman, Central Park, Jalan S Parman, Jakarta, Selasa (21/2/2012).

Honda pun kini seperti yang dijelaskan Jonfis lebih berhati-hati ketika menawarkan mobil ke konsumen. Soalnya menurut Jonfis, bertindak agresif akan berujung pada kekecewaan konsumen setia Honda di Indonesia. "Inden sudah tidak berlaku lagi," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akhir tahun lalu Honda sendiri telah kehilangan banyak kendaraan akibat "ditelan" banjir. Ia memprediksi sebesar 40 persen dari keseluruhan mobil siap jual hilang dihempas banjir Thailand. Sementara itu ia tidak bisa memprediksi penjualan Honda sampai pertengahan 2012.

"Enggak tahu jumlahnya berapa (jumlah Honda untuk pasar Indonesia yg hilang). By unit sekitar 40 persen tahun lalu kira-kira hilang. Jadi kalau kita jual 45.000, itu kan 60 persennya saja," ucapnya.

Awal Januari 2012, penjualan Honda sangat merosot. Si bungkuk alias Jazz saja hanya terjual sebanyak 2 unit. Sementara model sedan Honda tidak bisa mendongkrak angka penjualan Honda di RI karena imbas banjir masih terasa.

Freed, Kini Jadi Andalan Honda

Namun Honda bisa bernapas sedikit dengan mengandalkan penjualan MPV Freed di awal 2012. Agar kegiatan produksi Freed tetap berlangsung di pabrik Karawang, Jawa Barat, Honda memasok komponen dari Jepang sebagai pengganti keterbatasan komponen dari Thailand.

"Februari sangat tergantung pada Honda Freed. Dan kebetulan habis juga di dealer, berarti stok sangat tipis. Lagi pula penjualan naik dari tahun lalu. Penjualan naik dari 900 unit ke 1.300-an dan berkisar antara itu (Honda Fredd)," pungkas Jonfis.

"Sampai April, produksi Freed tetap satu shift. Setelah April 2 shift. Part kita pindah ke Jepang, makanya kita bisa produksi," jujurnya.

Sementara itu Jonfis tidak bisa memaksimalkan penjualan Honda Jazz karena masih tunggu suplai dari Thailand.

"Jazz tunggu suplai. Jadi kalau di April mudah-mudaha sudah kembali normal, dan bertahap akan naik. Pertengahan tahun ini andalan satu-satunya Freed saja yang bisa kta jual secara kuantiti," tuntas Jonfis.


(ddn/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads