Lotus Tetap Jalan Meski ada Isu Perceraian dengan Proton

Lotus Tetap Jalan Meski ada Isu Perceraian dengan Proton

- detikOto
Jumat, 17 Feb 2012 17:33 WIB
Lotus Tetap Jalan Meski ada Isu Perceraian dengan Proton
Jakarta - Awan gelap yang berada di atas hubungan antara Proton dan Lotus nampaknya makin kelam. Kedua perusahaan yang sudah berkolaborasi sejak belasan tahun lalu itu terancam perceraian. Dan bila perpisahan itu terjadi, Lotus menegaskan akan tetap memproduksi mobil sesuai dengan rencana mereka meski tanpa Proton.

CEO Lotus Dany Bahar mengatakan bahwa dia akan tetap melanjutkan program 5 tahun yang dia ciptakan dua tahun lalu. Pada program tersebut, Lotus berencana untuk menampilkan generasi terbaru dari seluruh line up mobil miliknya.

Keretakan hubungan Lotus sendiri makin menguat setelah Proton yang memiliki mayoritas saham Lotus diakuisisi oleh konglomerat Malaysia Syed Mokhtar Al- Bukhary yang lewat perusahaan DRB-Hicom miliknya mengeluarkan dana hingga US$ 411,9 juta untuk membeli sekitar 42,7 persen saham di Proton dan menjadikan pembelian ini jadi rekor baru dalam dunia otomotif Malaysia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibat hal ini, nasib Lotus pun terombang-ambing. Terlebih selama proses perpindahan tangan yang diperkirakan akan membutuhkan waktu 60 hari ini, Lotus dipastikan tidak akan mendapat kucuran dana dari Proton. Bahkan, tidak lama ketika membeli Proton, DRB-Hicom mengatakan opsi menjual Lotus bisa saja mereka lakukan.

Untuk itu, tidak heran bila Lotus pun kini sedang gencar mencari investor baru untuk menggantikan posisi Proton. "Kami telah menjelaskan rencana kami untuk pemilik baru," kata Dany Bahar seperti detikOto kutip dari Autocar, Kamis (16/2/212).

"Dan Kami telah diberitahu untuk terus berjalan seperti ini. Masalah langsungnya adalah untuk mengelola uang tunai dalam bisnis ini dengan hati-hati selama jeda 60 hari, tetapi saya yakin bahwa ini adalah masalah teknis sementara," tambahnya.

Sejak berita keretakan hubungan Lotus dengan Proton, Lotus yang merupakan pabrikan mobil asal Inggris sudah kerap kali diisukan akan merapat ke beberapa pihak. Terakhir Lotus dikabarkan sedang mendekati tim balap Lotus F1.

"Kamu harus mempertimbangkan implikasi pasar sebelum memutuskan untuk menjual (Lotus). Saat ini kami memiliki permintaan gila untuk Exige terbaru, sudah 383 pesanan. Evora GTE akan keluar bulan Mei, dan kami memiliki 200 pesanan untuk itu. Hal yang benar-benar menjanjikan," katanya.

Saat ini, Lotus menurut Dany akan tetap fokus pada pelaksanaan program revitalisasi produk-produk mereka sembari tetap mempersiapkan kemungkinan terburuk.

"Kami akan memiliki prototipe mobil super untuk diuji pada bulan Mei. Kami telah menghabiskan begitu banyak uang dan akan konyol menulis ini," tandasnya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads