Dan ternyata, pertumbuhan pasar mobil China ini tidaklah akan berhenti. Malah, diperkirakan akan ada 35 juta mobil yang terjual di China pada tahun 2018 mendatang.
Angka yang diprediksi oleh JD Power tersebut berarti dua kali lipat dari penjualan mobil di China tahun lalu yang 'hanya' 18 juta unit. Menjauh dari angka yang berhasil dicetak Amerika Serikat di posisi 12,7 juta unit di 2011. Sebagai perbandingan di Indonesia angka penjualan mobil masih berkisar 800.000-900.000 unit per tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka penjualan yang akan terus meningkat di China ini diprediksi akan terjadi karena pemerataan pendapatan. Bila saat ini hanya penduduk kota saja yang banyak membeli kendaraan, nantinya penduduk di kota kecil juga akan mulai melakukan hal yang sama.
Hal itu juga sejalan dengan tren global dimana permintaan negara berkembang pada kendaraan telah mendominasi penjualan dunia hingga 51 persen.
Padahal setengah dekade lalu tepatnya 2005, permintaan kendaraan di pasar negara berkembang hanya menyumbang 20 persen dari penjualan kendaraan di bumi dan China adalah pendorongnya setelah di 2009 berhasil menjungkalkan Amerika menjadi pasar mobil terbesar di dunia dan terus mempertahankannya hingga sekarang.
Memang dalam beberapa tahun belakangan pertumbuhan penjualan mobil di China telah melambat secara signifikan yang disebabkan pengurangan insentif dan pembatasan kendaraan di kota besar seperti Beijing dan Shanghai yang pada akhirnya membuat pabrikan mobil melirik kota-kota kecil dan daerah pinggiran.
Tahun lalu saja penjualan otomotif hanya tumbuh 5 persen, jauh lebih kecil di permulaan booming mobil di China yang ketika itu bisa mencapai peningkatan double digit.
"Kota-kota lapis kedua dan ketiga di China akan menjadi medan perang yang nyata bagi pembuat mobil. Kota itu memiliki banyak ruang agar pendapatan per kapita meningkat," cetus Broderick.
Potensi pasar mobil China untuk berkembang juga didorong oleh kenyataan bahwa rasio kepemilikan mobil di China masih rendah. Saat ini saja rasio kepemilikan mobil di China baru 50 mobil per 1.000 orang penduduk.
Angka itu dianggap masih sangat rendah. Amerika saja rasio kepemilikan mobil sudah 900 mobil per 1.000 penduduk. Atau bandingkan dengan negara tetangga kita yang kecil seperti Malaysia dan Thailand yang rasionya masing-masing sudah 300 mobil per 1.000 penduduk dan 123 mobil per 1.000 penduduk.
"Ada banyak ruang untuk tumbuh," imbuhnya seraya mengatakan kalau dalam 7 tahun kedepan pasar mobil China akan mencapai 30 juta sampai 35 juta per tahun yang akan dicapai meski harga bensin terus meningkat.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Meski Ditunda, Pick Up Mahindra Buat Kopdes Sudah Tiba di Priok