Indonesia Perlu Lembaga Pengetes Tingkat Keselamatan Mobil

Indonesia Perlu Lembaga Pengetes Tingkat Keselamatan Mobil

- detikOto
Jumat, 10 Feb 2012 19:35 WIB
Indonesia Perlu Lembaga Pengetes Tingkat Keselamatan Mobil
Jakarta - Tingkat kecelakaan di Indonesia bisa dibilang merupakan salah satu yang terbesar di Asean. Tiap tahun ada puluhan ribu orang tewas di jalan dengan sia-sia. Selain masalah disiplin dan penegakan aturan serta infrastruktur, unsur kendaraan sedikit banyak juga mempengaruhi tingkat kecelakaan yang ada.

Namun anehnya, ketika kabar rencana peluncuran Asean New Car Assessment Program (NCAP), nama Indonesia tidak terlihat dalam daftar hanya ada nama asosiasi produsen mobil Malaysia, Singapura dan Filipina.

Padahal Asean NCAP nantinya akan bertugas untuk menguji dan memberikan penilaian pada mobil baru yang beredar di pasaran untuk mendorong pabrikan memberikan mobil yang memiliki tingkat keamanan memadai dan membuat penilaian untuk bahan konsumen menentukan pilihan. Indonesia memang memiliki kir untuk mengecek kelayakan sebuah kendaraan, tapi biasanya hal itu dilakukan hanya sebagai formalitas semata tanpa tes tabrak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kecelakaan bagi para pengguna jalan di Indonesia sendiri adalah salah satu momok yang paling menakutkan. Masalahnya pun terbilang kompleks, mulai dari masalah disiplin berkendara yang masih sangat minim, penegakan aturan yang bagi banyak kalangan dianggap belum kuat hingga infrastruktur yang kadang kurang memadai.

Tapi lebih dari itu, penyediaan kendaraan yang layak dengan tingkat keamanan yang memadai tentu juga harus ditekankan seraya tetap memperbaiki masalah-masalah lainnya secara paralel.

Menurut data yang detikOto ambil dari situs Badan Pusat Statistik (BPS) terungkap kalau terjadi peningkatan yang terus menerus dalam hal jumlah korban kecelakaan. Pada tahun 2007 ada 48.508 dengan 16.955 korban diantarnya meninggal sia-sia.

Sementara di 2008 angka kecelakaan naik menjadi 59.164 kecelakaan dengan korban meninggal 20.188 orang. Jumlah kecelakaan lalu naik lagi menjadi 62.960 dengan jumlah kematian sebanyak 19.979 orang.

Sedangkan di tahun 2010 dan 2011 masing-masing berada di angka 31.234 jiwa dan 31.185 jiwa. Angka ini tentu memprihatinkan. Sayangnya, Kapuspen Kementrian Perhubungan Bambang S Ervan belum bisa dihubungi terkait tidak ikut sertanya Indonesia dalam Asean NCAP dan tingginya angka kecelakaan.

Program Asean New Car Assessment Program (NCAP) sendiri akan diluncurkan pada tanggal 16 Maret mendatang dan akan segera berjalan. Sebagai awal, program ini akan dimulai dengan mengetes mobil yang populer di beli di Asean dengan melakukan tes tabrak frontal untuk mengetahui sejauh mana mobil itu melindungi pengendara dan penumpangnya ketika tabrakan terjadi.

Untuk permulaan, Asean NCAP ini akan menjadi proyek percontohan selama 2 tahun mulai tahun ini dengan hibah dari Global New Car Assessment Programme (GNCAP) yang akan digunakan untuk membeli mobil yang akan dites serta dukungan dari European New Car Assessment Programme (Euro NCAP) dan Australasian New Car Assessment Program (ANCAP) untuk aspek teknisnya.

Bila sukses, maka lembaga ini akan dibentuk permanen untuk mendorong pabrikan memberikan mobil yang memiliki tingkat keamanan memadai dan membuat penilaian untuk bahan konsumen menentukan pilihan.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads