Pertamina Bikin Zat Aditif untuk Oli

Pertamina Bikin Zat Aditif untuk Oli

- detikOto
Senin, 06 Feb 2012 21:21 WIB
Pertamina Bikin Zat Aditif untuk Oli
Jakarta - Pasar pelumas makin hari makin membesar seiring dengan peningkatan penjualan kendaraan di Indonesia dan dunia. Pertamina pun menyambut hal itu dengan rencana memproduksi pelumas di luar negeri dengan formula pelumas yang mereka ciptakan.

Seperti diketahui, saat ini pelumas hasil produksi Pertamina sebagiannya diekspor ke manca negara. Dan untuk melakukan efisiensi, maka Pertamina pun siap memproduksi pelumasnya di negara-negara yang pasarnya potensial.

"Kita bayangkan bila produk semua dikirim dari Indonesia, dan pasarnya jauh disana. Maka transportasinya sangat mahal, oleh sebab itu kita sudah kerjasama dengan beberapa perusahaan Lube Oil Blending Plant (LOBP) di negara-negara tertentu. Makanya kita hanya membawa formula kesana," kata Vice President of Lubricant PT Pertamina Persero, Supriyanto Dwi Hutomo, di Hotel Grand Melia, Senin (6/2/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, meski diproduksi di luar negeri, Pertamina berjanji akan terus melakukan kontrol terhadap kualitas pelumas mereka sebelum dipasarkan di suatu negara tertentu.

"Formula ini kita bawa dan kita minta diolahkan, lalu kita kontrol kualitasnya dan kita tempelkan merek kita, lalu kita bayar. Dan ini contohnya sudah terjadi di Singapura," tambahnya.

"Dan jelas lebih hemat co branding di negara lain, ini bisa 20 persen lebih hemat," tandas Supriyanto.

Sementara itu, di sisi lain, Pertamina juga terus mengusahakan untuk bisa memproduksi zat adiktif sendiri untuk pelumas hasil karya mereka agar bisa menghemat.

"(Pelumas itu) Bahan bakunya cuma ada 2, base oil dan aditif. Base oil kita produksi sendiri, sebagian besar dari kilang Cilacap dan group 3 di kilang Brunei (Sintentik), ini dipakai untuk produk higclass kita seperti Fastron, keluarga Fastron ke atas, dan ini termasuk yang kita jual di luar negeri," jelasnya.

Zat aditif untuk pelumas seperti Lubrizol, Afton, Infinium dan Oronite yang digunakan untuk membuat pelumas menurut Supriyanto saat ini masih di impor dari luar negeri.

"Kita juga tidak mau tergantung sama impor karena uangnya lumayan banyak. Bisa mencapai Rp 1,5 triliun untuk impor zat aditif ini," ujarnya.

"Jadi kita sudah kurang lebih dua tahun, yang bisa buat sendiri, kita buat sendiri. Jadi pabrik kita yang di Priuk sudah ada pabrik pembuatan zat aditif. Jadi kita sudah ada pabrik pembuatan aditif yang sejak kakek nenek kita tidak bisa buat, kita buat," paparnya Supriyanto.

Dengan langkah ini Pertamina pun menurut Supriyanto telah mampu menghemat hingga Rp 10-15 miliar. Itu baru dari 1 bahan zat aditif yang sudah bisa dibuat. Bila makin banyak bahan zat aditif pelumas yang bisa dibuat, penghematan tentu akan makin besar.

"Itu sudah lumayan, bisa hemat Rp 10-15 miliar per tahun," tuntas Supriyanto tanpa menjelaskan aditif apa yang telah berhasil dibuat Pertamina tersebut.


(syu/syu)

Berita Terkait