Brand Manager Lamborghini Jakarta Jimmy Rianto mengatakan kalau permintaan Lamborghini di Indonesia sebenarnya besar.
"Hanya saja kita terbentur kuota. Kita hanya dapat 6-8 unit per tahun," jelasnya di Pacific Place, Ritz Carlton, Jakarta (6/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang tidak banyak, karena semua mobil Lamborghini dibuat secara handmade," ujar COO Lamborghini Jakarta Endi Kusumo seraya mengatakan kalau target 6-8 unit itu adalah target tahunan untuk Aventador.
Nama Aventador sendiri merujuk kepada nama sebuah banteng yang menerima Trofeo de la PeΓ±a La MadroΓ±era di arena Saragossa Spanyol pada 1993 lalu. Aventador juga bisa berarti banteng paling berani.
"Seperti tradisi, nama mobil Lamborghini selalu diambil dari nama banteng," kata Jimmy.
Selain itu, ketertarikan dunia pada mobil ini tercipta karena Lamborghini pernah mengklaim kalau Aventador merupakan loncatan 2 generasi dalam hal desain dan teknologi yang dimiliki Lamborghini.
Dari sisi desain, Aventador tetap mewarisi DNA Lamborghini yang selalu melahirkan mobil dengan desain agresif bersudut lancip. Sementara untuk dapur pacunya, mobil ini memiliki jeroan mesin 12 silinder berkapasitas 6.500 cc yang sanggup menyediakan tenaga maksimum hingga 700 hp.
Dengan kekuatan sebesar itu, maka tidak salah bila Aventador bisa menembus topspeed sampai 350 km per jam dan berakselerasi dari 0-100 km per jam dalam waktu 2,9 detik saja.
"Perpindahan tiap giginya hanya butuh waktu 50 milisecond," tandas Jimmy.
Tapi uniknya, meski memiliki kecepatan dahsyat, Aventador yang mengaplikasi 'pintu gunting' yang terbuka ke atas ini ternyata diklaim ramah lingkungan karena bisa mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 sampai 20 persen dibanding pendahulunya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes