Bangkrut, Saab Jadi Rebutan

Bangkrut, Saab Jadi Rebutan

- detikOto
Selasa, 24 Jan 2012 11:31 WIB
Bangkrut, Saab Jadi Rebutan
Stockholm - Merek mobil, Saab sudah dinyatakan bangkrut. Akibat hal tersebut, produsen mobil harus rela mengubur diri dan bahkan menjual aset-asetnya termasuk koleksi mobil di museum milik mereka. Tapi, ternyata merek mobil ini masih diminati. Perusahaan dari Turki dan China pun kini berkompetisi mendapatkannya.

Perusahaan asal Turki, Brightwell Holdings menyatakan minatnya pada Saab Automobile dan berencana untuk mengajukan penawaran untuk membeli perusahaan yang awalnya bergerak membuat pesawat dan industri pertahanan tersebut.

"Kami akan membuat penawaran. Tidak ada pertanyaan," ujar Zamier Ahmed anggota dewan direksi dari perusahaan yang berbasis di Istanbul ini seperti detikOto kutip dari Autonews, Selasa (24/1/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Brightwell sendiri selama ini dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di sektor energi, transportasi dan teknologi. Bila penawaran diterima, Brightwell ingin menghidupkan Saab kembali dan membuat mereka mampu kembali berproduksi di Swedia.

Perusahaannya, menurut Ahmed, sedang dalam diskusi dengan administrator yang mengawasi kebangkrutan Saab serta dengan CEO Saab Victor Muller.

Selain Brightwell, perusahaan China Zhejiang Youngman Lotus Automobile juga mengatakan siap memberikan penawaran. Sebuah media Swedia seperti dikutip China Car Times mengatakan kalau delegasi pemerintah Swedia telah mengunjungi Youngman di China sebelum imlek untuk berbicara mengenai penjualan Saab.

Kabarnya, Youngman bersiap mengucurkan dana hingga 5 miliar Kroner atau sekitar US$ 731 juta untuk membeli Saab. Nantinya, Youngman akan menggunakan Saab untuk membantu mereka mengembangkan mobil.

Hanya saja, langkah Youngman ini mungkin akan dihalangi oleh produsen Amerika, General Motors. Alasannya, banyak teknologi yang diadopsi Saab adalah teknologi dari GM yang menjual Saab pabrikan belanda, Spyker pada 2010 lalu.

GM takut bila perusahaan China itu sukses membeli Saab, maka teknologi-teknologi mereka akan dicuri.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads