Usai Perang, Pasar Mobil Irak Mulai Ramai

Usai Perang, Pasar Mobil Irak Mulai Ramai

- detikOto
Sabtu, 21 Jan 2012 13:00 WIB
Usai Perang, Pasar Mobil Irak Mulai Ramai
Baghdad - Banyak orang mungkin berpikiran kalau Irak saat ini masih porak poranda akibat perang yang terus menerus. Tapi ternyata, pasar mobil mereka sudah mulai tumbuh dan perusahaan mobil Amerika seperti General Motors (GM) mulai merasakan saat manis tersebut.

Di tahun 2011 lalu, pasar mobil Irak berhasil menyerap sekitar 115 ribu mobil di tengah populasi rakyat Irak yang hampir 30 jutaan.

Angka tersebut sudah lumayan tinggi untuk ukuran sebuah negara yang sedang bergolak, apalagi ketika 2004, saat perang bergolak, penjualan mobil di negara itu hanya 25 ribu unit.

"Ini menarik," kata eksekutif GM Warren Browne seperti detikOto kutip dari Detroit News, Sabtu (21/1/2012).

GM sendiri menurut Browne menjual 35.000 mobil yang sebagian besarnya adalah mobil model SUV dan pikap meski sedan-sedan dari merek Chevrolet dan Cadillac juga terbilang laku disana.

Selain Irak, penjualan mobil di region Timur Tengah pun menurut Browne juga meningkat hingga 13 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasar besar kami secara historis di wilayah itu adalah Saudi Arabia, Kuwait dan Uni Emirat. Untuk Irak, GM menargetkan dapat melepas 220.000 mobil pada 2015 mendatang.

Namun masalahnya, pergolakan yang kadang masih terjadi membuat resah banyak pihak. Apalagi pengendara Irak sering kali tidak punya asuransi dan banyak penculikan pengemudi mobil mewah.

Tapi, GM tetap yakin. Bahkan GM yang pernah merencanakan membangun pabrik mobil di Irak pada 21 tahun yang lalu sedang memikirkan ulang untuk mewujudkannya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads