Mobil garapan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yakni Esemka mengaku masih banyak kekurangan. Pabrik rakitan dan tenaga ahli yang ada hanya sebatas industri mobil rumahan.
"Saat ini butuh masukan dan suport. Kita ingin memperkuat Esemka sehingga menjadi industri otomotif, sementara SMK terbatas untuk mengeksekusi, memproduksi," kata Kordinator Pembelajaran Industri Kreatif di SMKN 2 Surakarta, Dwi Budhi Martono kepada detikOto, Kamis (19/1/2012).
Esemka sebagai industri mobil rumahan yang sekaligus disebut-sebut sebagai embrio untuk mewujudkan mobil nasional sangat disayangkan jika kandas di tengah jalan.
Maka dari itu pria yang akrab disapa Toto itu membutuhkan dukungan selain dana juga tenaga ahli yang handal untuk mengembangkan Esemka, dan juga diperlukan analisis untuk membuat Esemka lebih baik.
"Untuk mencapai itu kita membutuhkan orang yang bisa analisis soal Esemka. Kita ingin melibatkan orang yang profesional," ucapnya.
Saat ini Esemka masih terbentur peraturan pemerintah. Proyek Esemka sudah dikerjakan sejak sekitar 5 tahun lalu. Esemka kini sudah memasuki generasi ketiga, dimana generasi sebelumnya masih dianggap belum baik.
"Saat ini butuh masukan dan suport. Kita ingin memperkuat Esemka sehingga menjadi industri otomotif, sementara SMK terbatas untuk mengeksekusi, memproduksi," kata Kordinator Pembelajaran Industri Kreatif di SMKN 2 Surakarta, Dwi Budhi Martono kepada detikOto, Kamis (19/1/2012).
Esemka sebagai industri mobil rumahan yang sekaligus disebut-sebut sebagai embrio untuk mewujudkan mobil nasional sangat disayangkan jika kandas di tengah jalan.
Maka dari itu pria yang akrab disapa Toto itu membutuhkan dukungan selain dana juga tenaga ahli yang handal untuk mengembangkan Esemka, dan juga diperlukan analisis untuk membuat Esemka lebih baik.
"Untuk mencapai itu kita membutuhkan orang yang bisa analisis soal Esemka. Kita ingin melibatkan orang yang profesional," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Duh! Ketua DPRD Naik Moge Nggak Pakai Helm
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil