Hal itu dikatakan Kordinator Pembelajaran Industri Kreatif di SMKN 2 Surakarta, Dwi Budhi Martono kepada detikOto, Kamis (19/1/2012).
"Siap-siap saja, tapi kan perlu persiapan khusus. Mobil yang dipasarkan di Asia saja belum tentu bisa ke sana dalam kondisi standar. Mobil merek lain belum tentu mampu untuk ke sana," jelas guru SMK 2 Surakarta itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lupa pasir kita (Indonesia) berbeda dengan sana (Afrika). Mobil yang dipasarkan di Asia hanya cocok untuk Asia, karena dia (Afrika) temperaturnya lebih tinggi. Makanya butuh persiapan khusus, secara kultur dan kateristiknya berbeda. Balance bodi dengan mesin harus sesuai lah," ucapnya.
Sebelumnya Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) melalui Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto mengatakan uji ketahanan Esemka alias endurance test mutlak harus dilakukan. Selain menguji ketahanan juga agar bisa lebih diminati masyarakat.
Menanggapi hal tersebut Roy Suryo selaku masyarakat Indonesia siap menjadi orang di balik kemudi membawa Esemka ke Afrika.
"Kalau mobil Esemka ditantang harus diuji sampai Afrika, selaku anggota PPMKI dan IMI yang memiliki SIM Internasional saya siap melakukannya. Insya Allah bisa," kicau Roy Suryo.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India
Pabrik di RI Bisa Produksi 400 Ribu Pick Up, Nggak Perlu Impor untuk Kopdes