"Tantangan terbesar di 2012 aspek eksternal ketidakpastian. Saat ini suku bunga bagus, inflasi rendah dan di 2012 semoga masih bagus. Selain itu ketidakpastian selanjutnya ada pada krisis ekonomi Eropa," ujar Managing Director PT. Ford Motor Indonesia, Bagus Susanto
Namun Bagus susanto juga memprediksi krisis perekonomian Eropa tidak akan terlalu berdampak di Indonesia.
"Setelah saya berbicara dengan beberapa pakar perekonomian, krisis Eropa tidak akan terlalu berpengaruh terhadap kita(Indonesia). Bahkan para pakar yakin perekonomian kita akan tumbuh, karena kebutuhan ekspor kita dari Eropa sangat kecil,"kata Bagus.
Hal inilah yang membuat Ford untuk menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi kerasnya persaingan ditahun 2012.
"Oleh karena itu kita akan menambahkan diler dan produk baru. Kenapa kami menyiapkan itu, karena faktanya konsumen di Indonesia belum familiar produk kami. Seperti pada varian Ford All New Ranger, banyak yang tidak mengetahui bahwa kendaraan ini baik dalam efisiensi bahan bakar,"ungkap Bagus.
Penambahan Diler
Salah satu strategi Ford untuk meningkatkan penjualan di tanah air, dengan memperbanyak outlet Ford.
"Kami akan memperbanyak jaringan 8 outlet baru, seperti di Bekasi, Cibubur, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Lampung, Medan, Wanokwari. Dan semuanya ini akan terealisasi hingga akhir tahun 2012. Dan ini memang membutuhkan waktu, seperti kontruksi bangunan, serta pembebasan lahan,"ujar Bagus.
Bagus juga menambahkan bahwa setiap diler baru Ford akan mampu menyedot sumber daya manusia yang lumayan banyak.
"Selain itu kita mempunyai program Ford Academy, kita ingin membangun dengan team 100 persen yang mampu melatih sales, mekanik. Namun program ini juga bertujuan untuk mempertahankan SDM yang terlatih agar tidak pindah kemerek tetangga,"tutup Bagus.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas